Menkeu Desak Negara Lain Terima Tuntutan AS Terkait Tarif Timbal Balik

Selasa, 08 Jul 2025, 00:05 WIB

WASHINGTON DC - Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengatakan negaranya hampir mencapai beberapa kesepakatan perdagangan. Namun, ia mendesak sejumlah negara untuk menerima tuntutan AS jika ingin menghindari yang disebut Presiden Donald Trump sebagai tarif timbal balik.

Bessent berbicara dalam sebuah wawancara dengan CNN pada Minggu (6/7) sebelum masa penangguhan tarif berakhir pada Rabu (9/7). Trump mengumumkan tarif tersebut pada 2 April, tetapi kemudian menangguhkannya.

Ket. Foto: Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent — Sumber: NHK

Bessent mengatakan AS hampir mencapai sejumlah kesepakatan seperti biasanya dan akan mengeluarkan beberapa pengumuman besar dalam waktu dekat.

Namun, Bessent berpendapat bahwa banyak hambatan di pihak lain. Dalam sebuah pesan kepada negara-negara yang belum membuat kesepakatan dengan AS, ia mengatakan, "Jika Anda ingin mempercepatnya, silakan saja. Jika Anda ingin kembali ke tarif lama, itu pilihan Anda."

Bessent juga mengatakan bahwa Presiden Trump akan mengirimkan surat ke sejumlah mitra dagang AS. Surat tersebut menyatakan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan, maka pada 1 Agustus akan kembali ke tingkat tarif 2 April.

Trump mengumumkan pada Jumat (4/7) bahwa ia telah menandatangani surat yang akan dikirimkan ke 12 negara pada Senin (7/7) untuk menyampaikan tarif yang akan dihadapi negara-negara tersebut. Ia menyatakan bahwa tarif akan berkisar 60 atau 70 persen hingga 10 atau 20 persen.

Bessent mengatakan AS juga akan mengirimkan sekitar 100 surat ke negara-negara kecil yang tidak banyak melakukan perdagangan dengan AS. Namun, ia menambahkan bahwa fokus AS tertuju pada pada 18 mitra dagang penting yang mencakup 95 persen defisit negara. NHK/I-1

  • Kebijakan Tarif AS
  • Menteri Keuangan AS, Scott Bessent

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.