Carreras Tunjukkan Kualitas, Siap Ganggu Posisi Cucurella di Real Madrid

Senin, 14 Sep 2026, 00:04 WIB

MADRID – Alvaro Carreras memberikan pengingat penting mengenai kualitasnya saat Real Madrid menghantam Rayo Vallecano 4-1 dalam lanjutan La Liga, Minggu (13/9). Bek kiri berusia 23 tahun itu tampil menentukan dan memanfaatkan kesempatan yang diberikan dengan cara yang nyaris sempurna.

Sorotan utama di Santiago Bernabeu memang tertuju kepada Kylian Mbappe. Penyerang asal Prancis itu bangkit setelah gagal mengeksekusi penalti ketika menghadapi Real Betis dengan mencetak dua gol. Vinicius Junior juga kembali memperlihatkan peran penting dalam membangun serangan Madrid.

Ket. Foto: Alvaro Carreras. — Sumber: Real Madrid

Namun, bagi Carreras, laga tersebut memiliki arti yang tidak kalah besar.

Marc Cucurella diistirahatkan Jose Mourinho sehingga Carreras mendapat kesempatan tampil sebagai bek kiri. Situasi itu menjadi peluang berharga bagi sang pemain setelah musim pertamanya yang cukup sulit di Madrid sempat memunculkan pertanyaan mengenai posisinya dan kemampuannya membuktikan bahwa investasi sekitar £43 juta (sekitar €50 juta) untuk memboyongnya dari Benfica memang layak.

Carreras menjawab keraguan tersebut dengan cara meyakinkan. Ia menjadi pemain yang memenangkan penalti untuk gol pembuka Madrid, sebelum kemudian mencetak golnya sendiri.

Kesempatan yang awalnya hanya dianggap sebagai rotasi pemain pun berubah menjadi pernyataan penting dalam persaingan memperebutkan menit bermain.

Gol pertama Madrid bermula dari aksi Vinicius di sisi kiri. Pemain Brasil itu membuka ruang dan melepaskan Carreras masuk ke kotak penalti sebelum sang bek dijatuhkan.

Mbappe maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan sempurna. Penalti tersebut sekaligus menjadi respons langsung atas kegagalannya saat menghadapi Betis.

Carreras kemudian kembali terlibat secara langsung, kali ini sebagai pencetak gol.

Bekerja sama dengan Mbappe di area sempit, Carreras melanjutkan pergerakannya ke dalam kotak penalti. Ia kemudian menyelesaikan kombinasi tersebut dengan tembakan yang membawa Madrid unggul 2-0.

Jude Bellingham kemudian menambah keunggulan menjadi 3-0 setelah menerima umpan dari Vinicius. Mbappe melengkapi penampilan gemilangnya dengan mencetak gol kedua pada penghujung pertandingan.

Akan tetapi, performa Carreras memiliki makna khusus. Ia datang ke Madrid dengan ekspektasi besar setelah klub merekrutnya dari Benfica. Saat itu, Carreras baru berusia 22 tahun sehingga investasi tersebut sekaligus menunjukkan keyakinan besar Madrid terhadap potensi sang pemain.

Beberapa bulan pertamanya menjanjikan. Namun, performanya menurun pada paruh kedua musim lalu sehingga nilai transfernya mulai ikut menjadi bahan perbincangan setiap kali penampilannya tidak maksimal.

Perjalanan karier Carreras juga cukup akrab bagi penggemar Premier League.

Ia meninggalkan akademi Real Madrid dan bergabung dengan Manchester United pada 2020. Carreras kemudian dinobatkan sebagai pemain terbaik Manchester United U-23 pada musim 2021/22, sebelum menjalani masa peminjaman di Preston North End dan Granada.

Setelah itu, ia pindah ke Benfica. Perkembangannya di Portugal berjalan pesat hingga akhirnya Madrid memutuskan membawanya kembali ke Santiago Bernabeu.

Penampilan melawan Rayo menjadi pengingat mengapa Madrid rela mengeluarkan biaya besar untuknya.

Carreras tidak sekadar memberikan lebar permainan dari sisi kiri. Ia aktif menyerang ruang di sekitar kotak penalti dan mampu menjalin kombinasi efektif dengan para pemain depan Madrid, terutama Mbappe.

Satu penampilan impresif tentu belum cukup untuk langsung mengubah hierarki Mourinho.

Cucurella masih menjadi pilihan utama di posisi bek kiri, sementara Carreras berstatus pelapis utama. Absennya Cucurella ketika melawan Rayo juga lebih berkaitan dengan rotasi skuad.

Namun, Carreras hampir tidak mungkin memanfaatkan kesempatan tersebut dengan lebih baik.

Hal itu menjadi semakin penting karena Mourinho telah menunjukkan bahwa persaingan memperebutkan tempat utama akan berlangsung ketat di seluruh lini Madrid musim ini.

Carreras kini memiliki bukti bahwa dirinya mampu memberikan alternatif yang lebih agresif dalam membantu serangan dari posisi bek kiri. Karakter tersebut dapat menjadi senjata penting terutama ketika Madrid mendominasi penguasaan bola dan membuat lawan bertahan jauh di dalam wilayahnya sendiri.

Kombinasinya dengan Vinicius dan Mbappe juga memperlihatkan manfaat kehadiran bek yang rajin melakukan overlap. Ketika kedua winger Madrid bergerak ke area tengah, Carreras mampu mengisi ruang yang ditinggalkan dan memberikan opsi tambahan di sisi lapangan.

Pertanyaan mengenai kemampuan bertahannya, yang sempat muncul sepanjang musim lalu, tentu tidak akan hilang hanya karena satu penampilan menghadapi Rayo.

Namun, kontribusinya dalam proses terciptanya dua gol pertama Madrid setidaknya memperkuat argumennya untuk mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain.

Bagi Real Madrid, kemenangan 4-1 atas Rayo terutama menjadi momentum untuk bangkit setelah kekalahan dari Betis pada pekan sebelumnya.

Mbappe memberikan respons secara individual dengan kembali sukses mengeksekusi penalti sebelum mencetak gol keduanya. Vinicius juga memperlihatkan kontribusinya meski tidak mencatatkan nama di papan skor.

Carreras memberikan respons dengan caranya sendiri. Setelah menghabiskan sebagian besar tahun terakhir berusaha membuktikan bahwa banderol transfernya memang pantas, mantan pemain Manchester United itu memanfaatkan kesempatan langka untuk mengingatkan Mourinho bahwa Madrid memiliki lebih dari satu pilihan serius di posisi bek kiri.

Cucurella memang masih berada di depan untuk saat ini. Namun, Carreras telah memastikan bahwa keputusan Mourinho berikutnya di posisi tersebut tidak akan semudah sebelumnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.