4 Pulau di Aceh akan 'Dijual'
Selasa, 08 Jul 2025, 18:36 WIBJakarta: Polemik mengenai batas wilayah empat pulau antara Aceh dan Sumatera Utara telah dianggap selesai, Aceh keluar sebagai pemenangnya.
Namun bukannya fokus menyiapkan pengelolaan pulau-pulau itu Pemerintah Provinsi Aceh justru hendak "menjual" 4 pulau tersebut.
Dalam forum tersebut, Mualem memaparkan potensi pengembangan empat pulau eksotis di Kabupaten Aceh Singkilâyakni Pulau Mangkir Ketek, Pulau Mangkir Gadang, Pulau Lipan, dan Pulau Panjangâsebagai kawasan industri wisata halal bertaraf internasional.
âKami ingin membangun kawasan âHalal Tourism Industrial Estatesâ yang modern, berstandar global, namun tetap berbasis pada nilai-nilai syariah,â ujar Mualem dalam keterangannya, Minggu (6/7).
Empat pulau yang ditawarkan sempat menjadi objek sengketa batas wilayah dengan Provinsi Sumatera Utara. Namun, statusnya kini telah resmi masuk dalam wilayah administratif Aceh melalui keputusan Presiden Prabowo Subianto.
Selain sektor pariwisata, Gubernur Aceh juga mengundang investor untuk menanamkan modal di sektor lain seperti industri parfum, perikanan, pertanian, serta pembangunan infrastruktur, termasuk proyek strategis Terowongan Geurutee yang akan menghubungkan Aceh Besar dan Aceh Jaya.
âPotensi ekonomi Aceh bukan hanya pada migas. Kami punya kekuatan besar di sektor pertanian, perikanan, dan industri halal yang siap dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi riil,â jelasnya.
Pemerintah Aceh, lanjut Mualem, siap memfasilitasi para investor mulai dari proses perizinan hingga pelaksanaan proyek di lapangan.
Investor dan Dubes Timur Tengah Akan Tinjau Lokasi Oktober 2025
Namun bukannya fokus menyiapkan pengelolaan pulau-pulau itu Pemerintah Provinsi Aceh justru hendak "menjual" 4 pulau tersebut.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem menawarkan sejumlah proyek investasi strategis kepada negara-negara Timur Tengah dalam forum dialog investasi yang digelar di Emirati House, Jakarta Pusat, pada Sabtu malam (5/7).
Dalam forum tersebut, Mualem memaparkan potensi pengembangan empat pulau eksotis di Kabupaten Aceh Singkilâyakni Pulau Mangkir Ketek, Pulau Mangkir Gadang, Pulau Lipan, dan Pulau Panjangâsebagai kawasan industri wisata halal bertaraf internasional.
âKami ingin membangun kawasan âHalal Tourism Industrial Estatesâ yang modern, berstandar global, namun tetap berbasis pada nilai-nilai syariah,â ujar Mualem dalam keterangannya, Minggu (6/7).
Empat pulau yang ditawarkan sempat menjadi objek sengketa batas wilayah dengan Provinsi Sumatera Utara. Namun, statusnya kini telah resmi masuk dalam wilayah administratif Aceh melalui keputusan Presiden Prabowo Subianto.
Selain sektor pariwisata, Gubernur Aceh juga mengundang investor untuk menanamkan modal di sektor lain seperti industri parfum, perikanan, pertanian, serta pembangunan infrastruktur, termasuk proyek strategis Terowongan Geurutee yang akan menghubungkan Aceh Besar dan Aceh Jaya.
âPotensi ekonomi Aceh bukan hanya pada migas. Kami punya kekuatan besar di sektor pertanian, perikanan, dan industri halal yang siap dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi riil,â jelasnya.
Pemerintah Aceh, lanjut Mualem, siap memfasilitasi para investor mulai dari proses perizinan hingga pelaksanaan proyek di lapangan.
Investor dan Dubes Timur Tengah Akan Tinjau Lokasi Oktober 2025
Dialog investasi tersebut diinisiasi oleh Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, dan turut dihadiri oleh sejumlah duta besar dari negara-negara Timur Tengah dan Eropa Timur.
Beberapa di antaranya yakni Duta Besar Bahrain Ahmed Abdulla Alharmasi Alhajeri, Duta Besar Yordania Sudqi Attallah Al Omoush, Duta Besar Palestina Zuhair Saleh Muhammad Al-Shun, Duta Besar Bosnia Armin Limo, serta Duta Besar Bulgaria Tanya Dimitrova.
Sebagai tindak lanjut dari forum ini, para duta besar dan perwakilan investor menyatakan kesediaannya untuk mengunjungi Aceh secara langsung pada Oktober 2025 guna meninjau lokasi-lokasi investasi potensial.
âKami melihat adanya keseriusan dan antusiasme dari negara-negara Timur Tengah. Kunjungan ini menjadi sinyal positif bahwa tawaran investasi tidak akan berhenti sebagai wacana,â tutur Mualem.
Forum ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Aceh untuk membuka peluang kerja sama internasional dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal dan syariah
Beberapa di antaranya yakni Duta Besar Bahrain Ahmed Abdulla Alharmasi Alhajeri, Duta Besar Yordania Sudqi Attallah Al Omoush, Duta Besar Palestina Zuhair Saleh Muhammad Al-Shun, Duta Besar Bosnia Armin Limo, serta Duta Besar Bulgaria Tanya Dimitrova.
Sebagai tindak lanjut dari forum ini, para duta besar dan perwakilan investor menyatakan kesediaannya untuk mengunjungi Aceh secara langsung pada Oktober 2025 guna meninjau lokasi-lokasi investasi potensial.
âKami melihat adanya keseriusan dan antusiasme dari negara-negara Timur Tengah. Kunjungan ini menjadi sinyal positif bahwa tawaran investasi tidak akan berhenti sebagai wacana,â tutur Mualem.
Forum ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Aceh untuk membuka peluang kerja sama internasional dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal dan syariah
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Winoto Wahyu
Berita Terkait:
-
Jakarta Kota Terpanas di Indonesia Menurut Rilis BMKG, Ini Tanggapan Gubernur Pramono
-
Dishub Bekasi Kaji Pemberlakuan Pembatasan Jam Operasional Truk
-
The Heart of LifeWear: Uniqlo Salurkan Pakaian Termal ke 28 Negara di Tahun 2025
-
Bansos PKH dan BPNT Bakal Cair April 2026: Berikut Cara Cek dan Jadwal Tahapannya
-
Visinema Studios dan SGM Eksplor Berkolaborasi Lewat Film Na Willa, Tayang Lebaran 2026
-
Puting Beliung Hantam Aceh Utara! Huntara Rusak, Menteri PU Turun Tangan Target 1 Minggu Beres
-
Tingkatkan Ekonomi Nelayan, Pemkab PPU Integrasikan Koperasi dengan Kampung Nelayan.
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.