Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BMKG: Warga Diimbau Gunakan Masker Cegah Dampak Abu Vulkanik Lewotobi

📅 Senin, 07 Jul 2025, 21:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Warga Diimbau Gunakan Masker Cegah Dampak Abu Vulkanik Lewotobi Doc: ANTARA
Ket. Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 18.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 19.584 meter di atas permukaan laut, Senin (7/7/2025) pukul 11:05 WITA.

LABUAN BAJO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mencegah dampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Diimbau agar selalu mengenakan masker, karena abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, dihubungi dari Labuan Bajo, Senin malam.

Dia juga menjelaskan berdasarkan informasi aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dari PVMBG dan VAAC Darwin serta hasil analisis RGB Citra Himawari-9 tanggal 7 Juni 2025 pukul 15.00 WIB terdapat sebaran debu vulkanik hingga ketinggian 48.000 feet, 15.000 feet dan 9.000 feet mengarah ke barat daya, barat dan barat laut.

Wilayah sebaran abu vulkanik, meliputi Kabupaten Flores Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Bima Timur, Kota Bima Pulau Rinca, Pulau Komodo, Selat Sumba dan Laut Flores.

Lebih lanjut, Sti juga menyampaikan beberapa langkah penanganan debu vulkanik yang dapat dilakukan warga seperti perlindungan diri dan kesehatan dengan menggunakan masker yakni masker N95 atau kain basah untuk mencegah partikel debu masuk ke saluran pernapasan.

"Gunakan kacamata pelindung untuk mencegah iritasi mata dan tutup tubuh dengan pakaian lengan panjang dan penutup kepala, serta jangan mengucek mata atau menghirup kuat-kuat debu yang beterbangan," ujarnya.

Penanganan debu vulkanik selanjutnya yakni menutup jendela dan pintu rumah secara rapat dan menyegel celah ventilasi dengan kain basah atau plastik. Bersihkan debu dengan hati-hati, gunakan kain basah agar debu tidak beterbangan kembali.

Kepada para pengendara kendaraan bermotor, ia meminta untuk menghindari berkendara jika tidak mendesak dan gunakan lampu utama serta kurangi kecepatan kendaraan, karena visibilitas bisa terganggu.

"Pastikan filter udara kendaraan bersih secara berkala agar tidak cepat rusak," ujarnya.

Ia juga mengingatkan warga agar mengikuti informasi resmi dari BPBD setempat, PVMBG, atau pemerintah daerah.

"Untuk anak-anak dan lansia, jangan dibiarkan berada di luar rumah saat hujan abu dan perhatikan gejala gangguan pernapasan, seperti batuk, sesak, atau mata perih," katanya.

Sebelumnya diberitakan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pada Senin pukul 11.05 WITA dengan ketinggian mencapai 18.000 meter dari puncak gunung.

Secara visualisasi kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah Utara, Timur Laut dan Barat Laut.

Erupsi dikatakannya terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan durasi sementara ini kurang lebih enam menit 26 detik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.