Pemkot Yogyakarta Kerahkan 12 Ribu Warga untuk Bersihkan Tiga Sungai
📅 Minggu, 06 Jul 2025, 20:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta mengerahkan 12 ribu warga dari berbagai elemen untuk membersihkan tiga sungai besar di kota itu pada Minggu (6/7), dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup 2025.Aksi bersih-bersih tersebut menyasar 45 titik di sepanjang Sungai Code, Gajahwong, dan Sungai Winongo.
"Yang terpenting adalah mengubah perilaku masyarakat dalam membuang sampah. Karena masalah kebersihan lingkungan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat memimpin kegiatan.
Hasto turun langsung ke sungai bersama peserta dan memantau seluruh titik aksi melalui sambungan panggilan video.
Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari ASN Pemkot Yogya, TNI/Polri, satgas sungai, ulu-ulu, penggerobak, relawan Kampung Tangguh Bencana (KTB), hingga forum bank sampah. Mereka tampak kompak memakai sepatu boot, sarung tangan, dan alat pengangkut sampah untuk membersihkan bantaran dan dasar sungai.
Hasto menyebut sebagian besar sampah yang ditemukan merupakan sampah anorganik seperti plastik dan kardus, serta sampah residu seperti popok dan pembalut. Seluruh sampah kemudian dikumpulkan dalam trashbag dan dibawa ke Unit Pengelolaan Sampah (UPS).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami memaksimalkan delapan unit mesin insinerator pada UPS milik Pemkot Yogya," ujarnya.
Ia menekankan, aksi bersih-bersih sungai ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya menggugah kesadaran kolektif agar warga tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai.
"Kebiasaan membuang sampah ke sungai dapat berdampak buruk terhadap berbagai hal. Kebiasaan buruk ini harus dihilangkan," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono mengatakan Pemkot telah merancang pemasangan sembilan trash barrier sepanjang 2025 untuk menahan sampah agar tidak masuk lebih jauh ke aliran sungai.
"Pada anggaran murni 2025 kami telah memasang empat trash barrier, dua di Sungai Code dan dua di Sungai Winongo. Kemudian dalam anggaran perubahan, akan ditambah tiga di Gajahwong, serta masing-masing satu di Code dan Winongo. Jadi totalnya sembilan," kata Agus.
Meski upaya teknis terus dilakukan, Agus menyebut partisipasi aktif masyarakat penting karena kebersihan sungai tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak secara berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!