Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

In-Lite Terjemahkan Emosi melalui Cahaya dan Bayangan

📅 Minggu, 06 Jul 2025, 20:45 WIB | Oleh:
In-Lite Terjemahkan Emosi melalui Cahaya dan Bayangan Doc: In-Lite
Ket. Pavilion In-Lite di IndoBuildTech Expo 2025 kali mengajak pengunjung untuk menyusuri enam ruang, yakni Garden, Living, Meeting, Communal, Simulation, dan Parking. Di sini pengunjung dapat bereksperimen dengan varian produk pencahayaan In-Lite.

JAKARTA - In-Lite LED kembali berpartisipasi dalam ajang arsitektur tahunan IndoBuildTech Expo 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan untuk kedua kalinya. Kali ini, in-Lite menghadirkan konsep baru yang terinspirasi dari hubungan pencahayaan dengan tata ruang dan aktivitas keseharian.

“Melalui perpaduan cahaya dan bayangan, In-Lite mengajak pengunjung merasakan suasana ruang yang selaras dan adaptif terhadap kebutuhan sehari-hari,” kata General Manager Marketing In-Lite, Fransiska Darmawan melalui siaran pers baru-baru ini.

Ia menerangkan, melalui tema ‘In-Lite Illuminating The Everyday Emotions through Light and Shadow,’ pihaknya ingin mengajak pengunjung melihat bahwa mempercantik ruangan dan menjadikannya lebih fungsional serta personal tak harus mahal atau rumit.

“Selama kita memahami ambience yang ingin dibentuk, kita bisa memadukan produk-produk pencahayaan yang terjangkau dan mudah ditemui di pasaran untuk menciptakan suasana yang diinginkan,” kata dia.

Melalui pavilion ‘Tunnel in-Lite,’I-Lite LED ingin menghadirkan konsep ruang yang tak hanya menarik secara visual, namun realistis untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Konsep ini merefleksikan prinsip ‘Beyond Illumination’ yang diusung, bahwa pencahayaan tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga mampu menghidupkan ruang, membentuk struktur, dan menciptakan cerita. Nuansa tersebut dapat diwujudkan melalui variasi produk In-Lite yang lengkap, terjangkau, berkualitas terbaik, serta mudah diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan ini, ‘Tunnel in-Lite’ dirancang oleh arsitek MensanaDANteman, Alvar Mensana. Keterlibatan mereka untuk menghadirkan pengalaman menjelajahi ruang melalui lapisan-lapisan yang dibalut gradasi cahaya gelap dan terang.

Terinspirasi dari teknik fotografi double exposure karya Harry Callahan, pavilion ini menggabungkan pendekatan konsep 360°, di mana terang dan gelap saling bertemu dan menciptakan kehidupan melalui harmoni keduanya. Permainan cahaya kami juga manfaatkan untuk menghidupkan detail-detail kecil yang kerap luput dari pandangan.

“Setiap ruang menyampaikan cerita berbeda, dengan permainan material, tekstur, dan pencahayaan yang dirancang guna menghadirkan suasana unik sesuai kebutuhan ruang, namun tetap memberikan kenyamanan dan kehangatan bagi siapa pun yang melaluinya,” paparnya.

 Saat melintasi setiap ruangan, pengunjung dapat melihat bagaimana cahaya berinteraksi dengan ragam material seperti batu, kayu, dan logam. Variasi tersebut dipilih sebagai pelapis lantai untuk menampilkan interaksi unik antara tekstur dan pencahayaan.

Melalui pengalaman ini, In-Lite ingin menunjukkan bahwa cahaya dapat menyusup ke sela-sela tekstur material, sehingga mampu membangkitkan dinamika suasana ruang dengan elemen-elemen statis yang tampak hidup melalui permainan cahaya.

Perjalanan di ‘Tunnel In-Lite’ dimulai dari Garden, di mana cahaya diarahkan dari lantai mengarah ke atas, menciptakan bayangan dedaunan yang bergerak ke arah dinding dan lantai. Memasuki area Living, suasana hangat tercipta dengan adanya ambient lighting yang memantul pada permukaan kayu dan furnitur.

Sementara itu, pencahayaan di ruang Meeting hadir lebih tegas dan fungsional, mencerminkan karakter ruang kantor yang modern. Suasana berubah lebih dinamis di area Communal, di mana pantulan cahaya dari atas dan bawah berinteraksi dengan lantai logam bertekstur halus.

Pada ruang Simulation, sebuah area gelap dimana pengunjung bebas bereksperimen dengan pencahayaan dan merasakan langsung interaksi cahaya dengan berbagai tinggi permukaan. Eksplorasi ditutup di ruang Parking, sebuah simulasi kondisi eksterior dan area jalan raya, guna memperlihatkan tersedianya pencahayaan dari In-Lite yang meliputi iluminasi ruang kota sebagai ruang keseharian kehidupan kita bersama.

‘Tunnel in-Lite’ di IndoBuildTech Expo 2025 mendapat dukungan dari berbagai mitra, yakni TACO dan Growandgrow.id, yang merupakan perusahaan penyedia solusi interior dari Indonesia, serupa dengan In-Lite yang juga merupakan merek lampu LED karya anak bangsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.