- Home
-
- Megapolitan
-
- Gubernur Pramono: Akses BB...
Gubernur Pramono: Akses BBM di Kepulauan Seribu dan Pulau Tidung Masih Sulit, Nelayan Sulit Melaut
Jumat, 04 Jul 2025, 19:47 WIBJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyoroti persoalan sulitnya akses bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan di Kepulauan Seribu, termasuk di Pulau Tidung.
âTadi ada keluhan juga untuk BBM dan minta untuk BBM apung. Terutama di Pulau Tidung. Dan itu saya sudah koordinasikan,â kata Pram di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, Jumat (4/7).
Pram memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan menindaklanjuti persoalan ini melalui rapat khusus.
Ia menginstruksikan jajarannya untuk memprioritaskan penyelesaian distribusi BBM agar nelayan Kepulauan Seribu tidak kesulitan melaut.
"Saya sudah minta ke Bu Eli (Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati), ini harus jadi rapat khusus supaya persoalan BBM di Kepulauan Seribu ini menjadi prioritas," kata Pram.
Pram juga meminta warga menyampaikan persoalan apa adanya setiap dirinya berkunjung ke pulau. Keluhan langsung dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan kebijakan.
"Kalau masyarakatnya menyampaikan apa adanya, itulah yang harus didengar pemimpin. Bahkan persoalan air, persoalan bahan bakar, rata-rata mereka keluarkan itu dan itu bagus," katanya.
Sebelumnya, pada masa kampanye Pilkada DKI Jakarta, Pram berjanji mengaktifkan kembali SPBU terapung di Kepulauan Seribu. Pram mengatakan SPBU terapung sangat dibutuhkan warga Kepulauan Seribu.
"Salah satu hal yang belum pernah terselesaikan adalah konsistensi untuk menyelesaikan SPBU Apung. Karena nggak mungkin kepulauan seperti Pulau Seribu ini SPBU-nya hanya dipusatkan di salah satu tempat," kata Pram.
Pram mengatakan jika terpilih menjadi Gubernur Jakarta akan menempatkan sejumlah SPBU Apung di beberapa titik di Kepulauan Seribu. Dengan adanya SPBU Apung maka turut membantu warga yang berprofesi sebagai nelayan.
- Kepulauan Seribu
- Gubernur Pramono
- Akses BBM
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Ternyata Ini Alasan Presiden Prabowo Tak Hadiri WEF 2025
-
Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat Gandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Usut Kerugian Negara Kasus Alsintan
-
Kapolda Kalteng Serahkan Bantuan Bedah Rumah bagi Warga di Pulang Pisau
-
Menteri Ekraf Optimistis Film Indonesia Bisa Mendunia
-
Kenang Sejarah, Kedubes AS Hadiri Peringatan Pertempuran Selat Sunda
-
KCIC: Volume Penumpang Whoosh Meningkat di Tahun 2025
-
Sembilan Subjek ITS Masuk dalam Jajaran QS World University Rankings 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.