Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Ketahanan Pangan, Kementerian PU Terus Optimalkan Layanan Infrastruktur Irigasi

📅 Kamis, 03 Jul 2025, 11:12 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perkuat Ketahanan Pangan, Kementerian PU Terus Optimalkan Layanan Infrastruktur Irigasi Doc: Kementerian PU
Ket. Sampah dari saluran irigasi diangkut oleh petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) ke Workshop Pengolahan Sampah di kawasan Bendung Rentang, dipilah dan didaur ulang sebagai barang yang dapat digunakan kembali, dengan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R)

JAKARTA– Irigasi memiliki peran vital dalam mendukung swasembada pangan. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menekankan pentingnya fungsi bendung dan saluran irigasi yang berkelanjutan untuk memperkuat sistem distribusi air agar lebih efisien dan merata. 

Untuk mengoptimalkan layanan infrastruktur irigasi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, salah satu upayanya melalui pengelolaan sampah yang kerap menghambat distribusi air ke lahan pertanian. Penanganan sampah pada saluran irigasi tidak hanya penting untuk mencegah pencemaran air dan tanah, tetapi juga untuk menjaga kelancaran sistem irigasi dan mencegah banjir yang dapat berdampak negatif pada sektor pertanian. 

Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung.menaruh perhatian serius pada penanganan sampah pada saluran irigasi. Salah satunya berada pada Daerah Irigasi (DI) Rentang dan DI Kamun yang berada di Kabupaten Majalengka, Indramayu, dan Cirebon. 

Sampah dari saluran irigasi diangkut oleh petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) ke Workshop Pengolahan Sampah di kawasan Bendung Rentang, dipilah dan didaur ulang sebagai barang yang dapat digunakan kembali, dengan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Sampah organik diproses menjadi kompos, sementara sampah plastik diolah untuk dijadikan briket dan produk daur ulang lainnya.

Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung Dwi Agus Kuncoro menyebutkan penanganan sampah yang bisa diolah setiap hari sekitar 500 kg, dengan hasil cacahan yang dikeringkan sekitar 400 kg. “Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan irigasi adalah penumpukan sampah di saluran yang mengganggu aliran air. Melalui pengolahan ini, kami berharap distribusi air semakin lancar dan produktivitas pertanian meningkat,”jelas Dwi Agus di Jakarta, Kamis (3/7).

Selain pengolahan sampah, BBWS Cimanuk-Cisanggarung juga sedang melakukan modernisasi DI Rentang melalui peningkatan keandalan penyediaan air, prasarana, manajemen irigasi, lembaga pengelola dan sumber daya manusia. DI Rentang saat ini melayani lahan pertanian seluas 87.840 Ha di Kabupaten Majalengka, Cirebon, dan Indramayu, yang mengandalkan debit dari Sungai Cimanuk.  

Diharapkan dengan modernisasi DI Rentang dapat meningkatkan layanan irigasi secara efektif, efisien, dan berkelanjutan, sehingga produktivitas padi juga meningkat dari 5,6 ton/ha menjadi 6,5 ton/ha. Kemudian peningkatan luas tanam dari 43.229 ha menjadi 86.423 ha serta indeks pertanaman melonjak dari 120% menjadi 230%. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

42 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.