Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menpora Ajak Daerah Lain Tiru Sumbar Jadikan Silat Ekstrakurikuler Wajib

📅 Kamis, 03 Jul 2025, 22:32 WIB | Oleh:
Menpora Ajak Daerah Lain Tiru Sumbar Jadikan Silat Ekstrakurikuler Wajib Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy (kiri) saat pelantikan sebagai Ketua Umum IPSI Sumbar di Padang, Kamis (3/7).

PADANG - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mendorong seluruh kepala daerah di Indonesia untuk meniru terobosan Sumatera Barat yang menjadikan pencak silat sebagai salah satu ekstrakurikuler wajib di sekolah.

"Saya sangat mengapresiasi, dan sebelum ke sini sudah mendengar kalau Sumatera Barat salah satu daerah yang sudah mencantumkan pencak silat sebagai ekstrakurikuler wajib," kata Menpora di Padang, Kamis (3/7).

Hal tersebut disampaikan Dito usai melantik pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Sumatera Barat yang diketuai Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy.

Menurut Menpora, langkah Sumbar yang memasukkan pencak silat sebagai ekstrakurikuler wajib menjadi pintu awal bagi anak didik untuk ikut melestarikan pencak silat. Strategi ini juga bagian untuk melahirkan atlet-atlet nasional.

"Jadi, saya rasa ini sangat bagus karena memotivasi siswa untuk mengikuti atau mempelajari pencak silat," kata Dito.

Kepada pengurus IPSI Sumbar ia berpesan agar segera membuat program unggulan untuk memajukan cabang olahraga tersebut. Sebagai contoh, IPSI dan pemerintah daerah bisa membuat pemusatan kegiatan pencak silat seperti di gedung olahraga.

Pemusatan tersebut dapat digunakan sebagai tempat utama dalam program pengembangan bakat, latihan atlet junior maupun senior hingga lokasi diadakannya pertandingan pencak silat secara periodik.

"Kita ingin Sumatera Barat itu sebagai pusat budaya dan showcase untuk pencak silat," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum IPSI Sumbar Vasko Ruseimy mengatakan segera menindaklanjuti arahan Menpora dan bertekad meningkatkan prestasi pencak silat di Ranah Minang.

Vasko mengatakan peningkatan prestasi pencak silat tersebut juga akan berlandaskan dengan silat tradisi. Sebab, filosofi silat tradisi tidak bisa dilepaskan dari cabang olahraga pencak silat itu sendiri.

"Jadi, silat tradisi itulah yang akan membedakan pesilat di Minangkabau dengan pesilat-pesilat lainnya di dunia," kata dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.