Industri Mamin Kebanjiran Dana! Investasi Rp22,6 T Masuk di Awal Tahun

Kamis, 03 Jul 2025, 14:24 WIB

JAKARTA – Industri mamin memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, baik secara langsung maupun melalui sektor industri pengolahan non-migas. Makanan dan minuman adalah kebutuhan dasar manusia yang akan selalu ada dan dibutuhkan, sehingga investasi di sektor ini cenderung stabil dan berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang.

Industri mamin terus berkembang pesat dan memiliki potensi besar untuk terus bertumbuh seiring dengan perkembangan teknologi, perubahan tren konsumen, dan peningkatan kesadaran akan gaya hidup sehat. Industri mamin membutuhkan banyak tenaga kerja, baik di sektor produksi, pengolahan, distribusi, maupun ritel, sehingga investasi di sektor ini dapat membantu mengurangi angka pengangguran

Ket. Foto: Ilustrasi-Aktivitas produksi di industri makanan dan minuman. — Sumber: ANTARA

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyebutkan investasi industri makanan dan minuman mencapai Rp22,63 triliun pada Triwulan I 2025, menunjukkan minat tinggi terhadap sektor strategis tersebut.

"Investasi di sektor ini (industri makanan dan minuman) semakin diminati. Pada Triwulan I 2025, realisasi investasi telah mencapai Rp22,63 triliun dengan rincian Rp9,03 triliun PMA (Penanaman Modal Asing) dan Rp13,6 triliun PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri)," kata Faisol dalam Pre-Event Specialty Indonesia 2025 di Jakarta, Kamis (3/7).

Menurutnya, data tersebut menunjukkan kepercayaan investor yang semakin tinggi terhadap potensi industri makanan dan minuman di Indonesia.

Lebih lanjut, dia mengatakan dari sisi perdagangan luar negeri, industri makanan dan minuman juga berhasil mempertahankan surplus neraca dagang sebesar 8,67 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dengan nilai ekspor mencapai 11,78 miliar dolar AS sepanjang Januari-Februari 2025.

"Industri makanan dan minuman (mamin) terus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan pada Triwulan I tahun 2025, kontribusi sektor tersebut mencapai 41,15 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dari sisi industri non-migas, dan 7,2 persen terhadap PDB nasional.

"Sektor mamin terus menunjukkan tren pertumbuhan positif, dengan realisasi pertumbuhan sebesar 6,04 persen (yoy) pada triwulan I tahun 2025," katanya pula.

Wamenperin menambahkan, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam pengembangan industri mamin berkat keragaman sumber daya hayati.

"Sumber daya tersebut dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi dengan orientasi ekspor,” imbuhnya.

Adapun sejumlah subsektor industri mamin yang mencatatkan kinerja gemilang, di antaranya, industri pengolahan kakao/cokelat yang saat ini menempatkan Indonesia sebagai produsen produk olahan kakao terbesar ke-4 di dunia dengan nilai ekspor lebih dari 2,4 miliar dolar AS dan volume ekspor 304 ribu ton pada tahun 2024.

Selanjutnya, industri pengolahan teh menorehkan ekspor sebesar 36.738 ton atau 59,24 juta dolar AS.

Selain itu, industri pengolahan buah juga memiliki potensi besar dengan capaian ekspor 402 juta ton atau 510 juta dolar AS.

“Industri kopi juga terus berkembang pesat. Indonesia telah mengekspor 196.875 ton kopi olahan senilai 661,9 juta dolar AS pada tahun 2024,” sebutnya.

Sedangkan, untuk industri pengolahan susu, nilai ekspor tercatat 233,5 juta dolar AS pada 2024, naik dari 230 juta dolar AS jika dibandingkan tahun 2023.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.