Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahasiswa UMM Edukasi Warga 'Sulap' Limbah Maggot Jadi Pakan Ternak

📅 Rabu, 02 Jul 2025, 21:29 WIB | Oleh:
Mahasiswa UMM Edukasi Warga 'Sulap' Limbah Maggot Jadi Pakan Ternak Doc: ANTARA/HO-UMM
Ket. Para mahasiswa Hubungan Internasional (HI) UMM bersama warga Kampung Semar Arjosari Kota Malang, Jawa Timur, usai pelatihan pembuatan pakan ternak dari limbah maggot basah.

MALANG - Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengedukasi warga Kampung Semar Arjosari, Kota Malang, Jawa Timur, "menyulap" limbah maggot basah menjadi pakan ternak.

Salah seorang mahasiswa HI UMM yang mendampingi warga dalam pengolahan maggot tersebut, Bhilqis Khumairoh mengatakan pakan ternak yang dihasilkan dari limbah maggot ini bisa untuk ikan budidaya maupun unggas.

"Pelatihan sekaligus pendampingan bagi warga Arjosari ini diharapkan bisa menjadikan mereka lebih mandiri secara ekonomi dan menjadi contoh pengelolaan limbah organik berbasis komunitas yang produktif," kata Bhilqis di Malang, Rabu (3/7).

Proses pendampingan ini, katanya, merupakan implementasi dari mata kuliah politik lingkungan. Ini menjadi cara UMM untuk tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktis menyelesaikan masalah masyarakat.

Lebih lanjut, Bhilqis mengatakan bahwa maggot merupakan sumber protein alternatif yang ramah lingkungan, bahkan memiliki potensi ekonomi tinggi jika bisa diolah dengan baik dan benar. Sayangnya, tidak banyak masyarakat yang mengetahui proses tersebut, padahal ada banyak potensi.

“Oleh karena itu, saya dan tim ingin memberikan pelatihan teknis tentang proses pengeringan maggot yang efektif, higienis dan efisien. Bahkan, memiliki nilai ekonomi jika dikomersilkan. Kami juga ingin menggabungkan teori yang kami pelajari di kampus dengan aksi nyata yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

Selain Bhilqis, tim juga beranggotakan Naia Sybilla Aura, Syella Vanessa Putri, Hana Indah Wahyuni, Devi Nazilatul Fitria, Nur Sakinah Salsabilah, Asfira Chisara Hasan, dan Ayu Carika Pangest.

Mereka menargetkan program ini bisa dikembangkan ke daerah-daerah lain. Namun, dengan menyesuaikan potensi yang dimiliki masing-masing desa. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.