Indonesia Versus Pakistan, Kesempatan Garuda Pertiwi untuk Pesta Gol
📅 Rabu, 02 Jul 2025, 17:03 WIB | Oleh: OpikSenada dengan pelatihnya, penyerang Claudia Scheunemann menyoroti kekurangan timnya saat melawan Kirgistan. Menurut striker 16 tahun itu, Indonesia masih sering bermain terburu-buru, sehingga serangan yang dibangun banyak menemui jalan buntu. Ia berharap, para pemain bisa bermain lebih besar dalam membongkar pertahanan lawan.
Selain itu, Claudia juga menyoroti pentingnya kekompakan, terutama karena Indonesia kini diperkuat oleh empat pemain diaspora baru, yaitu Isa Warps, Iris Joska de Rouw, Emily Julia Frederica Nahon, dan Felicia Victoria de Zeeuw.
Menurut Claudia, dengan bermain lebih kompak, maka kemenangan untuk Indonesia akan datang lebih mudah.
"Jangan lihat dari skor aja ya, yang penting kita mainnya sebagai tim, mainnya kompak, mau menang berapa kosong itu nanti urusan besok," kata Claudia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berharap jadi Ole Romeny
Sementara itu, sorotan tertuju pada Isa Warps. Pemain yang berposisi sebagai penyerang sayap itu berharap bisa mencetak gol kembali saat menghadapi Pakistan untuk memamerkan selebrasi khusus.
Pada gol pertamanya, Isa melakukan selebrasi dengan menunjuk langit dengan tangan kanannya, yang bermakna memberikan penghormatan untuk neneknya yang sudah meninggal, yang menurutnya ikut "menyaksikan dan membantunya dari surga".
Dan kini, setelah selebrasi dengan menunjuk ke langit sebagai penghormatan untuk mendiang neneknya, kali ini Isa berencana melakukan selebrasi chin-up ala Ole Romeny, penyerang timnas Indonesia yang menjadi idolanya.
"Mungkin lain kali, karena akan berseleberasi seperti ini (chin up) seperti Ole, Karena dia adalah idola saya," kata Isa.
Tak hanya Isa yang dinantikan penampilannya, kontribusi tiga pemain diaspora juga menarik dilihat perkembangannya. Iris, Emily, dan Felicia tampil solid di posisinya masing-masing. Namun, Mochizuki merasa ketiga pemain itu, ditambah Isa, bisa berbuat lebih banyak lagi dari yang mereka tampilkan melawan Kirgistan.
Pada akhirnya, kemenangan besar melawan Pakistan nanti bukan hanya menjaga peluang untuk lolos, tetapi juga "pemanasan" sebelum bertarung dengan negara peringkat 42 dunia Taiwan pada laga terakhir, yang berpotensi sebagai duel hidup mati yang menentukan siapa yang melaju ke Piala Asia Putri 2026. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!