Dinas Pertanian Rejang Lebong Sarankan Tanam Palawija Saat Musim Kering
Rabu, 02 Jul 2025, 09:35 WIBDinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu meminta petani padi di daerah itu beralih menanam tanaman palawija untuk mengantisipasi dampak kekeringan di musim kemarau.
"Para petani di Kabupaten Rejang Lebong diminta untuk melakukan penyesuaian jenis tanaman selama musim kemarau ini. Petani diminta beralih dari menanam padi ke tanaman palawija seperti jagung dan sayuran," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distankan Rejang Lebong Achmad Safriansyah saat dihubungi di Rejang Lebong, Selasa.
Dia menjelaskan, saat ini wilayah itu sudah memasuki musim kemarau sehingga petani harus mencari tanaman alternatif selain tanaman padi, dengan tanaman lainnya yang tidak banyak menyerap air yaitu tanaman palawija.
Sementara itu dampak musim kemarau di Kabupaten Rejang Lebong sudah mulai terasa, di mana sudah ada beberapa hektare tanaman padi warga setempat yang terdampak, salah satunya ialah di Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup.
"Kekeringan yang melanda lahan pertanian di Kelurahan Talang Benih itu sendiri akibat adanya bendungan Air Kepala Siring yang pada Apri 2025 lalu jebol akibat diterjang banjir." tegasnya.
Untuk memperbaiki jaringan irigasi yang mengalami kerusakan ini, tambah dia, kerusakan pada bendungan yang menjadi sumber irigasi primer tersebut, saluran air ke sawah-sawah warga di Kelurahan Talang Benih jadi tidak tumbuh optimal.
"Kami tidak memiliki kewenangan langsung untuk memperbaiki bendungan, karena bendungan itu masuk dalam kategori irigasi primer yang bukan berada di bawah kendali Distankan Rejang Lebong," katanya.
Distankan Rejang Lebong, tambah dia, saat ini tengah menyiapkan mesin pompa untuk dipinjamkan kepada petani, namun pihaknya mengalami kendala teknis berupa keterbatasan panjang selang dan tidak tersedianya bahan bakar minyak (BBM).
"Kami siapkan mesin pompa, namun untuk selang airnya ternyata pendek dan tidak ada BBM-nya. Kalau petani punya selang sendiri dan bersedia mengisi BBM, silakan pinjam alat itu ke Distankan Rejang Lebong," ujarnya.
Menurut dia, sebelumnya ada salah satu kelompok tani yang melaporkan kondisi ini secara langsung kepada Bupati Rejang Lebong. Namun hingga saat ini solusi jangka panjang masih menunggu penanganan dari pihak yang berwenang atas infrastruktur irigasi utama tersebut.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Pasca Dibredel, Jimmy Kimmel Perpanjang Kontrak Acara Larut Malam dengan ABC
-
Animo Masyarakat Rejang Lebong untuk Menunaikan Ibadah Haji Tinggi
-
Pemerintah Australia Ungkap Ancaman Kenaikan Air Laut Imbas Pemanasan Global
-
Waduh, 20.000 Warga Temanggung Dicoret dari BPJS Kesehatan
-
Tiga Orang Tewas Akibat Topan Dikeledi di Madagaskar dan Ribuan Mengungsi
-
Pelestarian Bahasa Daerah Menjadi Bagian dari Pembangunan
-
Kepala BGN Sebut Sebanyak 238 SPPG Akan Pasok MBG di 31 Provinsi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.