- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Isyaratkan Buka Pelu...
Trump Isyaratkan Buka Peluang Dialog Lagi dengan Korut
Selasa, 01 Jul 2025, 02:15 WIBWASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali menunjukkan keinginan untuk memperbaiki hubungan dengan pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, usai berhasil menjadi mediator gencatan senjata di Timur Tengah. Hal ini memicu kembali perhatian terhadap kemungkinan dilanjutkannya dialog antara Washington DC dan Pyongyang.
Dalam pernyataan kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis (26/6) waktu setempat, Trump mengatakan bahwa dirinya berhubungan sangat baik dengan Kim Jong-un. Pernyataan itu muncul ketika Trump ditanya soal kabar yang menyebut ia hendak mengirimkan surat pribadi kepada Kim.
âMeskipun tidak mengkonfirmasi apakah surat itu benar-benar dikirim, Trump kembali menegaskan bahwa ia masih terbuka untuk berdialog dengan Korut,â lapor kantor berita KBS, Senin (30/6).
Menariknya, pernyataan tersebut disampaikan dalam kesempatan ketika Trump mengundang perwakilan dari Republik Demokratik Kongo dan Rwanda ke Gedung Putih, dua negara yang baru-baru ini mengakhiri konflik berdarah berkat mediasi AS.
Trump, yang sebelumnya terlibat langsung dalam menghentikan konflik antara Israel dan Iran, tampaknya ingin menampilkan diri sebagai mediator global yang juga siap menangani isu Korut. Sementara itu, Korut belum merespons secara langsung terhadap gestur damai dari Trump. Pyongyang justru mempererat hubungan dengan Russia, demi memperoleh keuntungan militer dan ekonomi sekaligus menguatkan posisi anti-AS dan anti-imperialisme.
Beberapa pihak mengkhawatirkan bahwa Kim Jong-un, yang menyaksikan serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran baru-baru ini, akan makin terobsesi dengan senjata nuklir demi menjamin keamanan rezimnya ketimbang melanjutkan negosiasi denuklirisasi.
Di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks, analis memperkirakan Korut akan memilih untuk memperkuat solidaritas internal sambil terus mengamati perkembangan global.
Namun, meski terus mengkritik AS, Korut tetap menghindari penyebutan langsung nama Trump dan menahan diri dari penggunaan retorika kasar. Sikap ini dinilai sebagai strategi Pyongyang untuk tetap membuka peluang dialog dan menjaga ambiguitas strategis. SB/KBS/I-1
- Kim Jong Un
- donald trump
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Anggota DPRD Kabupaten Malang Diduga Terlibat Narkoba Diproses DPD-DPP
-
Harga Cabai Rawit Rp98.600/Kg, Telur Ayam Rp28.300/Kg
-
Sekjen PBB Serukan Deeskalasi di Yaman
-
KJRI Johor Bahru Pulangkan 87 WNI dan Pekerja Migran ke Indonesia via Batam
-
Gedung Putih Pecah Suara, JD Vance Mengaku Beda Pandangan dengan Trump Soal Iran
-
Terpidana Mati Christa Pike Akhirnya Siuman Setelah Eksekusi Suntik Mati yang Gagal Akhiri Hidupnya
-
Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.