MTN Seni Budaya dan Mini Art Malang Perkuat Ekosistem Seni Rupa
Jumat, 31 Jul 2026, 13:10 WIBJAKARTA - Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya bidang Seni Rupa memperkuat pengembangan talenta seni rupa melalui kolaborasi dengan Mini Art Malang (MAM) #7. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi membangun trajektori pengembangan talenta sekaligus memperkuat ekosistem seni rupa di daerah melalui ruang presentasi karya, jejaring profesional, dan kolaborasi lintas sektor.
Kolaborasi ini berangkat dari hasil pemetaan ekosistem seni rupa yang dilakukan MTN Seni Budaya terhadap berbagai inisiatif seni di Indonesia. Dalam pemetaan tersebut, Mini Art Malang dinilai sebagai salah satu art fair daerah yang konsisten membangun ekosistem seni rupa di Jawa Timur dengan mempertemukan seniman, galeri, ruang seni, kolektor, institusi pendidikan, hingga masyarakat selama tujuh kali penyelenggaraan.
Koordinator MTN Seni Budaya Bidang Seni Rupa, Vicky Rosalina, mengatakan kolaborasi tersebut bukan hanya menghadirkan program bersama, tetapi juga memastikan talenta seni memiliki jalur pengembangan yang berkelanjutan setelah mengikuti berbagai tahapan peningkatan kapasitas. Menurutnya, ruang presentasi menjadi tahapan penting bagi seniman untuk memasuki ekosistem profesional dan pasar seni.
"Mini Art Malang adalah salah satu art fair daerah yang memiliki peran strategis dalam membangun salah satu aspek ekosistem seni rupa di Jawa Timur. Karena itu, kolaborasi ini bukan hanya tentang menghadirkan program bersama, tetapi juga memastikan bahwa para talenta memiliki trajektori yang berkelanjutan setelah mengikuti berbagai tahapan pengembangan kapasitas, mulai dari laboratorium, inkubasi, pelatihan, hingga residensi," ujar Vicky Rosalina.
Mini Art Malang #7 resmi dibuka pada 17 Juli 2026 di Gedung Malang Creative Center (MCC), Kota Malang, dan berlangsung hingga 30 Juli 2026. Pameran dibuka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Judi Wahjudin, serta menghadirkan ratusan seniman dari berbagai komunitas, institusi pendidikan, dan wilayah di Jawa Timur.
Judi Wahjudin menyampaikan Mini Art Malang telah menjadi mitra strategis MTN Seni Budaya sejak 2025 dalam memperluas pusat pertumbuhan seni rupa nasional. Ia berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut dan memberikan dampak nyata terhadap pengembangan talenta seni rupa, khususnya di Jawa Timur dan sekitarnya.
"Sejak tahun 2025, Mini Art Malang telah konsisten menjadi kolaborator MTN untuk bidang Seni Rupa. Harapannya, kerja sama MTN Seni Budaya dengan Mini Art Malang dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang dan memberikan dampak yang signifikan bagi pengembangan talenta seni rupa di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya," kata Judi Wahjudin.
Mengusung tema "AKAR", Mini Art Malang #7 menghadirkan 220 seniman melalui enam zona pameran yang merepresentasikan berbagai lapisan perkembangan seni rupa di Jawa Timur. Kurator Mini Art Malang, Leck Budi, menjelaskan tema tersebut dipilih sebagai refleksi atas nilai dasar, identitas budaya, serta hubungan manusia dengan lingkungan dan komunitas yang menjadi fondasi tumbuhnya kreativitas.
"Akar melambangkan landasan yang kuat, nilai-nilai dasar, serta koneksi mendalam yang tak terpisahkan antara manusia, alam, lingkungan, dan komunitasnya," ujar Leck Budi.
Salah satu bentuk kolaborasi MTN diwujudkan melalui Zona Representasi MTN Lab 2025 yang menampilkan karya delapan peserta hasil kurasi tim Mini Art Malang. Zona tersebut menjadi ruang lanjutan bagi para talenta untuk memperkenalkan karya kepada publik, membangun relasi profesional, serta memahami dinamika industri dan pasar seni secara lebih dekat.
Selain pameran, kolaborasi juga diwujudkan melalui berbagai program publik seperti MTN IkonInspirasi yang menghadirkan Dennis Levy dari Semarang Gallery dan Fredy Chandra dari ara contemporary dalam diskusi mengenai pengelolaan galeri dan pasar seni. MTN AsahBakat turut menghadirkan seniman FX Harsono melalui sesi "Penciptaan Berbasis Riset" serta workshop drawing bersama Direktur Mini Art Malang, Dadang Rukmana, guna memperkuat kemampuan teknis sekaligus memperluas wawasan para peserta.
Direktur Studio Dinding Luar sekaligus Direktur Mini Art Malang, Dadang Rukmana, menilai kesamaan visi antara Mini Art Malang dan MTN Seni Budaya menjadi fondasi penting lahirnya kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi ini tidak hanya memperluas penyelenggaraan pameran, tetapi juga menciptakan ruang pembelajaran, jejaring, dan peluang profesional yang lebih luas bagi para seniman.
"Selama tujuh penyelenggaraan, Mini Art Malang terus berkembang sebagai art fair yang berfokus pada penguatan ekosistem seni rupa di Jawa Timur. Bagi kami, ini bukan hanya tentang memperluas pameran, tetapi menciptakan ruang yang lebih utuh bagi pembelajaran, jejaring, dan tumbuhnya peluang profesional bagi seniman," tutur Dadang Rukmana.
Kolaborasi antara MTN Seni Budaya dan Mini Art Malang diharapkan menjadi model penguatan ekosistem seni rupa nasional melalui sinergi antara program pengembangan talenta dan inisiatif seni yang tumbuh di daerah. Pendekatan tersebut diyakini mampu membangun keterhubungan yang lebih kuat antara talenta, komunitas, institusi, serta pasar seni sebagai fondasi perkembangan seni rupa Indonesia yang berkelanjutan.
- Seni Budaya
- Ekonomi Kreatif
- manajemen talenta nasional
- mtn seni budaya
- seni rupa Indonesia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Jakarta IP Market 2026 Resmi Dibuka, Dorong IP Lokal Tembus Global
-
Komoditas ekonomi kreatif nasional dari rotan
-
Rupiah Tetap Melemah Dihantam Ketidakpastian Ekonomi dan Geopolitik
-
Kemnaker Transformasikan BPVP Jadi Mini Campus yang Adaptif dan Modern.
-
Pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif subsektor kuliner
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.