Jaga Stok Darah, PMI Kota Cirebon Optimalkan Kolaborasi Lintas Daerah
📅 Selasa, 01 Jul 2025, 18:25 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Fathnur Rohman
CIREBON - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon, Jawa Barat, mengoptimalkan kerja sama lintas daerah di wilayah III Cirebon untuk memastikan ketersediaan darah tetap tercukupi, meskipun kondisinya bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Ketua PMI Kota Cirebon Edial Sanif di Cirebon, Selasa, mengatakan pasokan darah di wilayahnya sejauh ini masih aman. Namun kondisi tersebut sangat dinamis dan bergantung pada banyak faktor, termasuk permintaan dari rumah sakit dan situasi darurat.
“Stok darah di Kota Cirebon saat ini masih terpenuhi. Namun sifatnya fluktuatif, hari ini cukup, nanti sore bisa saja kurang,” katanya.
Ia menjelaskan kebutuhan darah paling tinggi berasal dari Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati, dengan rata-rata permintaan mencapai 3.000 kantong per bulan.
Menurut dia, jumlah itu belum termasuk kebutuhan dari rumah sakit lain di wilayah III Cirebon.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam upaya menjaga stabilitas pasokan, pihaknya terus membangun jejaring distribusi dengan PMI kabupaten/kota di sekitarnya, termasuk menjalin pertukaran stok darah apabila terjadi kekurangan.
“Kerja sama ini berjalan sangat baik. Kalau kita kekurangan, mereka bantu. Kalau mereka kekurangan, kita bantu. Bahkan bantuan juga datang dari luar wilayah III,” katanya.
Edial menegaskan kolaborasi antar-wilayah menjadi kunci penting dalam pengelolaan stok darah, terlebih karena kebutuhan yang berubah secara cepat membutuhkan sistem distribusi yang responsif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain distribusi pihaknya memiliki kemampuan teknis untuk mengolah darah dalam jumlah besar. Dalam satu hari kapasitas pengolahan darah mencapai 100 hingga 200 labu darah.
“Kalau dihitung per bulan kami bisa mengolah 3.000 sampai 4.000 labu darah. Itu kapasitas kita untuk memenuhi permintaan dari berbagai rumah sakit,” ujarnya.
Kebutuhan darah, menurut Edial, sangat dipengaruhi oleh kondisi darurat, tren penyakit, kecelakaan, dan momen-momen khusus seperti libur panjang dan hari besar keagamaan.
“Pada masa libur Lebaran atau hari besar lainnya, biasanya terjadi peningkatan permintaan. Termasuk juga pada momen meningkatnya kelahiran bayi atau kasus medis tertentu,” katanya.
Ia terus mengajak masyarakat untuk rutin mendonorkan darah mengingat peran tersebut sangat penting dalam mendukung pelayanan kesehatan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung. Selama kesadaran masyarakat tinggi dan kerja sama lintas wilayah terjaga, kebutuhan darah akan tetap terpenuhi,” ucap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!