Investor Tunggu Perkembangan Geopolitik, Simak Prediksi Rupiah
📅 Selasa, 01 Jul 2025, 08:55 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: istimewa
JAKARTA – Rupiah masih dibayangi risiko pelemahan memasuki semester kedua tahun ini.
Dinamika konflik di Timur Tengah masih mendominasi pergerakan rupiah.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat investor cenderung wait and see terhadap perkembangan Timur Tengah.
Meskipun masuk dalam fase gencatan senjata, serangan dari Israel masih kerap terjadi.
Selain itu, lanjutnya, investor menantikan serentetan data ekonomi domestik, seperti PMI, inflasi dan data perdagangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karenanya, dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (1/7), bergerak di kisaran 16.150 - 16.300 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam penutupan perdagangan di Jakarta, Senin (30/6), melemah sebesar 44 poin atau 0,27 persen dari Kamis (26/6), menjadi 16.238 rupiah per dollar AS.
Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi mengatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi data Personal Consumption Expenditures (PCE) inti Amerika Serikat (AS) yang tumbuh sesuai ekspektasi pasar sebesar 2,7 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
“PCE inti pada bulan Mei naik sebesar 2,7 persen YoY (year on year), lebih tinggi dibanding estimasi dan data bulan April,” kata Ibrahim Assuabi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (30/6).
Mengutip Xinhua, indeks harga PCE inti pada Mei 2025 juga mengalami kenaikan 0,2 persen month to month (MtM), lebih tinggi dari kenaikan sebelumnya yang sebesar 0,1 persen pada bulan April.
Adapun indeks PCE untuk Mei tercatat tumbuh 0,1 persen MtM sesuai dengan ekspektasi pasar.
Sentimen lainnya berasal dari kesepakatan AS dengan Tiongkok yang secara resmi menandatangani perjanjian dagang.
Hal ini menandakan secara efektif perang dagang berakhir.
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick mengatakan kesepakatan tambahan akan segera terjadi menjelang batas waktu 9 Juli.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!