Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

FIFPro Ingatkan Bahaya Panas Ekstrem di Piala Dunia Antarklub: 'Ini Harus Jadi Alarm bagi FIFA'

📅 Selasa, 01 Jul 2025, 08:15 WIB | Oleh:
FIFPro Ingatkan Bahaya Panas Ekstrem di Piala Dunia Antarklub: 'Ini Harus Jadi Alarm bagi FIFA' Doc: AFP
Ket. Ilustrasi suhu panas ekstrem di Piala Dunia Antarklub 2025.

PHILADELPHIA, AMERIKA SERIKAT - Serikat pesepak bola professional dunia, FIFPro, mengeluarkan peringatan serius pada hari Selasa (1/7) terkait kondisi panas ekstrem yang dialami para pemain di ajang Piala Dunia Antarklub. Organisasi tersebut mendesak FIFA mempertimbangkan jeda babak pertama yang lebih lama dan penjadwalan ulang waktu kick-off di turnamen-turnamen mendatang, termasuk Piala Dunia 2026.

FIFPro menyebut tantangan yang dihadapi pemain di turnamen yang tengah berlangsung di Amerika Serikat harus menjadi “wake-up call” atau peringatan keras bagi FIFA agar tidak mengabaikan dampak suhu ekstrem terhadap keselamatan pemain.

"Turnamen ini seharusnya jadi alarm besar bagi semua pihak untuk meninjau kembali jadwal pertandingan di turnamen-turnamen mendatang," kata Alexander Bielefeld, Direktur Kebijakan dan Hubungan Strategis FIFPro.

Panas terik di berbagai wilayah AS membuat pertandingan-pertandingan Club World Cup sering kali berlangsung dalam kondisi brutal. Banyak pertandingan digelar saat tengah hari atau pukul 15.00 waktu setempat, termasuk laga Atletico Madrid vs PSG yang digelar di Pasadena. Gelandang Atletico, Marcos Llorente, menggambarkan kondisi di lapangan sebagai “tidak manusiawi, sangat panas.”

Dalam studi terbarunya, FIFPro menyoroti bahwa enam dari 16 kota tuan rumah Piala Dunia 2026, termasuk Miami, berada dalam kategori risiko sangat tinggi terhadap cedera akibat stres panas.

"Kami sudah berdiskusi dengan FIFA mengenai pentingnya menghindari pertandingan di jam-jam terpanas, terutama di kota-kota dengan iklim ekstrem," ujar Alex Phillips, Sekretaris Jenderal FIFPro. Namun, ia mengakui bahwa keputusan akhir tetap di tangan FIFA.

"Kami hanya bisa memberi masukan. Jika FIFA memutuskan untuk menyesuaikan waktu tayang utama di Eropa, misalnya dengan menggelar laga pada siang hari waktu AS, kami tidak punya hak veto," lanjutnya.

FIFPro juga mengusulkan penyesuaian teknis untuk menghadapi suhu ekstrem. Vincent Gouttebarge, Direktur Medis FIFPro, menyarankan agar waktu istirahat babak pertama diperpanjang dari 15 menjadi 20 menit dalam kondisi panas berlebih.

Selain itu, ia menilai protokol cooling break saat ini tidak memadai. FIFPro mengusulkan jeda pendinginan dilakukan setiap 15 menit, bukan hanya sekali di tengah tiap babak.

"Kami sedang mempertimbangkan cooling break yang lebih rutin, mungkin lebih singkat tapi lebih sering. Ini penting agar pemain bisa mengatur suhu tubuh dan tetap terhidrasi," kata Gouttebarge.

Meskipun mengapresiasi beberapa langkah FIFA seperti penyediaan air dan handuk dingin di sisi lapangan, FIFPro menilai langkah-langkah itu baru sebagian kecil dari solusi yang dibutuhkan.

"Kami cukup puas karena FIFA cukup responsif setelah turnamen dimulai. Tapi pencegahan seharusnya dilakukan sejak awal, bukan saat masalah sudah terjadi," ujar Phillips.

Selain cuaca panas, enam pertandingan Piala Dunia Antarklub juga tertunda karena adanya potensi badai petir, sesuai aturan negara bagian di AS yang mewajibkan penghentian sementara pertandingan luar ruang dalam kondisi cuaca berbahaya.

Bielefeld mengakui bahwa gangguan ini menyulitkan pelatih dan pemain, tapi menegaskan bahwa protokol keselamatan harus diutamakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.