Ekonomi Hijau Jadi Umpan Baru RI Gaet Investor Asing? Pemerintah Bidik Selandia Baru
📅 Selasa, 01 Jul 2025, 13:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
JAKARTA – Kerja sama perdagangan dan ekonomi hijau sangat penting karena keduanya saling mendukung untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.
Ekonomi hijau yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan ramah lingkungan dapat menciptakan peluang baru dalam perdagangan, sementara perdagangan yang berkelanjutan dapat menjadi mesin penggerak transformasi ekonomi menuju praktik yang lebih hijau.
Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri membuka peluang kerja sama perdagangan dan ekonomi hijau dengan Selandia Baru.
Dalam pertemuan dengan pelaku usaha Selandia Baru yang tergabung dalam ASEAN-New Zealand Business Council (ANZBC) di Auckland, Selandia Baru, Senin (30/6), Roro mengatakan, kolaborasi yang erat dengan negara mitra yang memiliki kesamaan pandangan, seperti Selandia Baru, sangat penting untuk menguatkan hubungan perdagangan di tengah deglobalisasi dan peningkatan tren proteksionisme saat ini
"Sektor perdagangan dan energi terbarukan memiliki potensi besar untuk dieksplorasi dalam mendukung perdagangan yang berkelanjutan di kawasan," ujar Roro melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (1/7).
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, lanjut Roro, Indonesia menonjol sebagai mitra dagang dan investasi utama. Peluang investasi di Indonesia juga berkembang pesat dengan lonjakan realisasi investasi sebesar 20,8 persen pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, Indonesia memiliki tenaga kerja yang muda dan terampil sehingga dapat berkontribusi pada pertumbuhan mobilisasi talenta global dan inovasi hijau.
"Kami pun optimistis dan percaya diri bahwa ketahanan ekonomi Indonesia saat ini menunjukkan prospek bisnis yang atraktif dan menguntungkan bagi kerja sama pelaku usaha Indonesia dan Selandia Baru," imbuhnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara, pihak ANZBC menyatakan bahwa Selandia Baru merupakan negara dengan sarana infrastruktur pertanian yang sangat baik.
Oleh karena itu, peluang untuk ekspor produk-produk penunjang pertanian seperti pupuk dan ban untuk kendaraan pertanian masih sangat terbuka. Demikian juga dengan kerja sama peningkatan capacity building dan daya saing petani.
Total perdagangan Indonesia dan Selandia Baru mencapai 1,91 miliar dolar AS pada 2024 dengan nilai ekspor Indonesia sebesar 682 juta dolar AS atau meningkat 15 persen dibandingkan tahun 2023; sedangkan impornya mencapai 1,23 miliar dolar AS atau meningkat 8,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Produk ekspor utama Indonesia ke Selandia Baru pada 2024 yaitu oil-cake, batu bara, serta monitor dan proyektor. Sementara impor utamanya yaitu susu dan krim, radar apparatus, dan mentega.
Sementara itu, melalui kerangka Kemitraan Komprehensif Indonesia dan Selandia Baru, kedua negara berkomitmen memperkuat hubungan dagang melalui Rencana Aksi 2025-2029.
Salah satu tujuan utama yang ingin dicapai pada 2029 yaitu total perdagangan bilateral mencapai 3,6 milia dolar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!