• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Bahaya Air Rebusan Daun da...

Bahaya Air Rebusan Daun dan Konsumsi Obat Nyeri Berlebih bagi Ginjal

Selasa, 01 Jul 2025, 20:49 WIB

JAKARTA – Dokter spesialis urologi, Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS, mengingatkan bahaya dari air rebusan daun yang kerap dianggap bisa sebagai obat "minuman pembersih" ginjal.

"Malah berbahaya justru. Obat-obatan dari daun apa direbus gitu, karena itu bisa justru menjadi satu material atau satu komponen yang nefrotoksik bisa meracuni ginjal," kata dr Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS, saat ditemui usai acara diskusi transplantasi ginjal di Jakarta, pada Selasa (01/7).

Ket. Foto: Dokter spesialis urologi Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS saat menjelaskan bahaya mengonsumsi air rebusan daun bagi kesehatan ginjal, usai ditemui dalam acara diskusi transplantasi ginjal di Jakarta, pada Selasa (1/7/2025). — Sumber: ANTARA

Dokter spesialis lulusan Universitas Indonesia itu mengatakan bahwa tanpa pemahaman takaran hingga pengujian atau riset yang jelas terutama terkait efek sampingnya dalam kandungan air rebusan itu justru berisiko merusak bagi ginjal.

"Jadi kalau daun direbus, satu daun, satu lembarnya ukuran berapa, airnya berapa, berapa lama, kan ada dosisnya. Takutnya malah itu menjadi satu kandungan yang berlebihan, justru merusak ginjal," ujar ?dia.

Gagal ginjal terbesar, kata dokter Sigit, karena hipertensi dan diabetes. Namun, obat-obatan juga sebagai salah satu dari penyebab terjadinya gagal ginjal.

Dokter yang berpraktik di RSU Bunda Jakarta itu menambahkan bahwa mengonsumsi obat pereda nyeri secara berlebih menjadi pemicu merusak ginjal.

"Ada satu pasien gagal ginjal usia 28 tahun masih muda. Ternyata dia ada satu keluhan nyeri kepala yang kronik dan mengonsumsi obat-obat untuk meredakan nyeri kepala dalam jangka panjang, yang akhirnya membuat ginjalnya rusak," kata dia.

Sebenarnya, lanjut dokter Sigit, obat-obatan seperti penahan sakit itu tidak boleh diminum selama dua minggu berturut-turut.

Menurut dia, jika mengalami sakit kepala tidak hilang-hilang meski sudah mengonsumsi obat perlu diperiksa lebih lanjut.

Dokter Sigit juga mengatakan bahwa tanda mengalami gagal ginjal stadium lanjut menimbulkan gejala seperti air seni atau urine keluarnya semakin sedikit.

"Kalau sudah lebih parah lagi ada komplikasi biasanya ada yang namanya uremia kadar uriumnya tinggi, itu pasien mual-mual. Tapi kalau kencingnya juga semakin sedikit kemudian agak bengkak-bengkak, nah itu mungkin gagal ginjal," tambah dia.

  • Kesehatan Ginjal
  • Bahaya Air Rebusan Daun

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.