- Home
-
- Megapolitan
-
- Rekayasa Lalu Lintas di Pu...
Rekayasa Lalu Lintas di Puri Indah Jakarta Barat 9 Februari-9 Maret 2026
Senin, 09 Feb 2026, 10:25 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Puri Indah Raya, Jakarta Barat. Pengaturan ini diterapkan seiring pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dikerjakan secara bertahap hingga Maret 2026.
Rekayasa lalu lintas dilakukan untuk menyesuaikan tahapan konstruksi sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan. Dishub DKI Jakarta memastikan arus kendaraan tetap berjalan dengan dampak seminimal mungkin.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyampaikan bahwa pembangunan JPO menjadi bagian dari peningkatan keselamatan pejalan kaki. Proyek ini juga ditujukan untuk mendukung mobilitas warga yang lebih aman dan nyaman.
"Kami mengimbau masyarakat untuk memperhatikan rambu sementara dan arahan petugas di lapangan selama pekerjaan berlangsung. Rekayasa lalu lintas telah disiapkan secara bertahap agar dampaknya terhadap arus kendaraan dapat diminimalkan," kata Syafrin di Jakarta, Minggu (8/2).
Lokasi pekerjaan berada di sepanjang Jalan Puri Indah Raya, Jakarta Barat. Tahapan pertama dimulai dengan pekerjaan pondasi di tiga titik utama.
Pekerjaan pondasi di sisi utara atau area lahan parkir dijadwalkan berlangsung pada 9-16 Februari 2026. Sementara itu, pekerjaan pondasi di sisi selatan kawasan Puri Mall dilakukan pada 7-14 Februari 2026.
Pekerjaan pondasi di bagian tengah atau median pemisah jalan berlangsung lebih lama, yakni pada 4-18 Februari 2026. Pada tahap ini, terdapat okupansi badan jalan sekitar satu meter selama proses konstruksi berlangsung.
Tahapan berikutnya adalah pekerjaan kolom, tangga, dan lift JPO. Pemasangan kolom di sisi utara dan sisi Puri Mall dilakukan tanpa menggunakan badan jalan.
Namun, pemasangan kolom di median jalan dijadwalkan pada 1-3 Maret 2026 pukul 22.00-04.00 WIB. Pada jam tersebut, arus lalu lintas dialihkan dengan sistem dua arah atau contra flow.
Selama pekerjaan median, Jalan Puri Indah Raya sisi selatan digunakan untuk kegiatan konstruksi. Arus kendaraan dialihkan ke sisi utara yang sebelumnya satu arah ke timur menjadi dua arah dengan pembatas jalan.
Tahapan krusial berikutnya adalah pekerjaan erection gelagar JPO. Erection gelagar sisi selatan dilakukan pada 4-6 Maret 2026 pukul 22.00-04.00 WIB.
Pada tahap tersebut, lalu lintas dialihkan ke Jalan Puri Indah Raya sisi utara dengan sistem dua arah. Pengalihan dilakukan penuh selama jam pekerjaan berlangsung.
Sementara itu, erection gelagar sisi utara dijadwalkan pada 7-9 Maret 2026 pukul 22.00-04.00 WIB. Pada tahap ini, arus lalu lintas dialihkan ke Jalan Puri Indah Raya sisi selatan dengan pola yang sama.
Dishub DKI Jakarta akan menempatkan petugas pengatur lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan. Rambu sementara juga dipasang untuk membantu pengendara menyesuaikan pergerakan.
"Kami berharap masyarakat dapat menyesuaikan waktu perjalanan, mengikuti pengaturan di lapangan, dan mengutamakan keselamatan selama masa pekerjaan berlangsung," ujar Syafrin.
Pelaksanaan pembangunan JPO dilakukan oleh PT Antilope Madju Puri Indah. Perusahaan tersebut bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan dan keamanan pengguna jalan di sekitar area konstruksi.
Tanggung jawab itu mencakup penyediaan perlengkapan keselamatan kerja dan pengamanan area proyek. Koordinasi dengan instansi terkait juga menjadi bagian dari kewajiban pelaksana.
Pemprov DKI Jakarta mengajak seluruh pengguna jalan untuk mendukung kelancaran proyek ini. Pembangunan JPO diharapkan menjadi solusi penyeberangan yang lebih aman dan ramah bagi pejalan kaki di kawasan Puri Indah.
- infrastruktur
- Rekayasa Lalu Lintas
- Jakarta Barat
- Pemprov DKI Jakarta
- Dishub DKI Jakarta
- Lalu Lintas Jakarta
- JPO Puri Indah
- Puri Indah Raya
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Upaya Pemprov DKI Bangun Kota Inklusif Melalui Semangat Paskah di Kota Tua
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Dishub DKI Sebut Pembukaan Jalan Lenteng Agung Dilakukan Bertahap Imbas Jalan Amblas
-
Peran Organisasi Keagamaan dalam Pembangunan Sosial Jakarta Menurut Wagub Rano Karno
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.