Pemkab Garut Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir dan Longsor di 19 Kecamatan Selama 14 Hari ke Depan

Senin, 30 Jun 2025, 18:07 WIB

GARUT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut Jawa Barat menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Alam banjir dan longsor dampak dari hujan deras untuk memudahkan penanganan menanggulangi 19 kecamatan yang terdampak selama 14 hari ke depan.

"Hasil rapat koordinasi yang diselenggarakan kemarin -Minggu- itu diputuskan kita menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh kepada wartawan di Garut, Senin (30/6).

Ket. Foto: Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh — Sumber: antara foto

Ia menuturkan, hasil laporan sementara terdapat 19 dari 42 kecamatan yang terdampak bencana alam seperti banjir bandang, maupun tanah longsor yang disebabkan hujan deras mengguyur wilayah Garut pada Sabtu (28/6).

Sejumlah dinas dari Pemkab Garut, kata dia, saat ini sudah diturunkan untuk mendata, seperti Dinas Tata Ruang dan Permukiman Garut mengecek kondisi rumah yang terdampak bencana, dan dinas lainnya sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Untuk jumlah kerusakan dan kerugian belum diketahui, itu nanti dinas terkait melakukan asesmen, mulai hari ini melakukan verifikasi data,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu pertimbangan Pemkab Garut menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Alam karena dampak dari bencana yang terjadi di Garut itu cukup menyebar, dan terjadi korban jiwa sebanyak empat orang.

“Sudah banyak korban di Cisewu empat orang, dan itu kita bisa layak meningkatkan status Tanggap Darurat,” katanya.

Ia mengatakan pula, salah satu penyebab terjadinya bencana longsor dan banjir di Garut karena adanya hujan deras dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama.

Bencana alam, kata dia, tidak dapat diprediksi, namun pihaknya berupaya mencegah supaya tidak terlalu besar dampak maupun risiko bencana saat musim hujan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menanam pohon tegakan.

“Kita juga harus memperhatikan lingkungan kita sampah, karena bagaimana pun yang membuat banyak perkampungan tergenang banjir hujan itu lebih banyak ke yang tersumbat saluran airnya,” kata Aah.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.