Gubernur Kaltim Usulkan Jalur Kukar hingga Kubar Jadi Pintu Masuk IKN
Senin, 30 Jun 2025, 03:09 WIBSAMARINDA - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) mengusulkan ke pemerintah pusat agar jalur Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) hingga Kabupaten Kutai Barat (Kubar) bisa menjadi pintu masuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dari sisi barat, untuk mempermudah akses orang dan logistik.
Untuk itu, ia pun mengusulkan peningkatan pada jalan nasional, terutama di kawasan Resak, Kecamatan Bongan, Kubar menuju Jakur Sotek di Kabupaten Penajam Paser Utara yang nantinya akan langsung terkoneksi ke kawasan inti IKN.
âPada 26 Juni ini saya akan bertemu dengan Menteri PUPR Dody Hanggodo untuk memperjuangkan Âanggaran pembangunan ruas jalan tersebut agar lebih mulus dan nyaman dilalui,â kata Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Masâud di Samarinda.
Sebagai upaya untuk Âmemperjuangkan usulan tersebut agar disetujui, maka pihaknya mengumpulkan data pendukung baik dari Pemrov Kaltim maupun dari Pemkab Kubar.
Ia melanjutkan, ketika melakukan perjalanan darat saat kunjungan ke ke Kubar pada 20 Juni lalu, gubernur mengaku sepanjang perjalanan melihat sekitar 10 unit truk pengangkut alat berat yang melebihi kekuatan badan jalan.
âHal inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa banyak kerusakan jalan, karena untuk jenis PC 210 saja beratnya bisa mencapai 21 ton, ditambah dengan long bed sekitar 20 ton, jadi totalnya sekitar 40 ton, sehingga badan jalan tidak kuat menahan beban,â ujar Rudy.
Atas dasar ini, ia kemudian meminta agar dilakukan koordinasi antara Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kubar dan Dishub Kaltim agar segera dibuat jembatan timbang, agar setiap truk yang lewat tidak melebihi beban.
Sedangkan untuk angkutan sawit, gubernur bisa memaklumi karena menyerap tenaga kerja banyak dari masyarakat yang tentunya dapat mengurangi pengangguran, bahkan dari kegiatan ini ekonomi masyarakat setempat juga berputar.
âNamun demikian, harus tetap dibatasi, yakni angkutan sawit hanya menggunakan truk pengangkut 5,6 hingga 7 ton, jangan pakai truk yang berkapasitas 10 ton, karena biasanya akan dilebihkan muatannya menjadi pasti 16 ton,â kata Rudy. ? Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gambir Sumbar Tak Mau Lagi Dilego Murah! Kementan–BUMN Siapkan Lompatan Besar
-
Komisi IX DPR RI Gelar Raker bersama Menkes dan Mensos
-
Rayakan Hari Kartini, Kemenhub Dorong Perempuan jadi Agen Perubahan Mewujudkan Keselamatan Berlalulintas
-
DLH Banyumas Kembangkan TPST BLE Tekan Beban Pengolahan Sampah
-
Otorita Buka Ruang Keterlibatan Profesional Bangun IKN
-
Di Tengah Minimnya Hasil Tangkapan, Nelayan Trenggalek Larung Sesaji
-
Masih 15 Tahun, Remaja Padang Ini Sudah Berangkat Haji
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.