Kemenekraf Perkuat Kesiapan Ekspor Produk Ekraf Baru dari Daerah
Minggu, 29 Jun 2025, 23:35 WIBJAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat kesiapan ekspor produk baru dari pegiat ekonomi kreatif daerah melalui bootcamp program Akselerasi Kreasi Ekspor Indonesia (ASIK).
"Kita ingin ekspor bukan hanya jadi label keren, tapi, jadi jalan nyata untuk menaikkan omzet dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Ekonomi kreatif tidak lagi pelengkap, tapi, tulang punggung pertumbuhan ekonomi baru yang tumbuh dari akar dari para pegiat di berbagai daerah," kata Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Wamenekraf Irene mengatakan program ASIK yang diluncurkan pada 26 Mei 2025 itu dirancang untuk mempercepat kesiapan ekspor pegiat kreatif di bidang fesyen, kriya, dan kuliner. Pendekatannya menyeluruh mulai dari kurasi, pelatihan, sertifikasi, business matching, hingga partisipasi dalam pameran nasional dan internasional.
Daerah Istimewa Yogyakarta terpilih sebagai lokasi pertama penyelenggaraan ASIK. Dari 171 jenama kriya yang mendaftar dari seluruh Indonesia, hanya 20 yang lolos seleksi untuk mengikuti bootcamp ASIK di Yogyakarta.
Mereka membawa kekayaan kriya Nusantara mulai dari kayu, kulit, tekstil, keramik, logam, hingga batu dengan latar belakang usaha yang beragam namun berpeluang besar menembus pasar global.
Wamenekraf Irene menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem ekspor kreatif yang kokoh baik antar peserta maupun dengan berbagai pihak lintas sektor. ASIK diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk menyerap ilmu teknis, tetapi, juga awal terbentuknya jejaring yang kuat antar pegiat kreatif dari berbagai daerah.
âKalian adalah top 10 persen dari semua yang mendaftar. Gunakan kesempatan ini untuk belajar, membangun jaringan, dan saling menguatkan. Persahabatan yang lahir di sini bisa jadi fondasi ekosistem bisnis yang berkelanjutan,â kata Irene.
Untuk memastikan dampaknya berkelanjutan, Kemenekraf menyiapkan dukungan lanjutan berupa pendampingan usaha, fasilitasi sertifikasi, pelatihan ekspor tingkat lanjut, serta koneksi langsung ke pembeli mancanegara melalui ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) dan jaringan mitra global.
Irene juga menegaskan bahwa pengetahuan yang diperoleh dalam program ini diharapkan menjadi titik tolak perubahan jangka panjang.
âDi akhir hari, tujuan kita bukan sekadar agar produk kriya Indonesia tampil di pasar internasional, tapi agar talenta ekraf tumbuh sebagai pemain global yang tangguh dan mandiri. Kita ingin omzet naik, bisnis naik kelas, dan yang terpenting ekspor ini memberi nilai tambah nyata di tanah sendiri,â kata Irene.
Inisiatif itu merupakan bagian dari strategi jangka panjang Kementerian Ekraf untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth, mesin baru perubahan, yang dimulai dari daerah, berakar pada kekuatan komunitas, budaya, dan talenta lokal.
âIlmu yang diperoleh di sini bukan hanya untuk membuka pasar, tapi juga membangun daya tahan. Para peserta kami harapkan bisa menjadi penggerak ekonomi kreatif di wilayahnya, menginspirasi, memperluas manfaat, dan memperkuat posisi Indonesia di mata dunia," katanya. Ant
- Kemenekraf
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Cadillac Andalkan Bottas–Perez untuk Awal Perjalanan di F1 2026
-
Pro-kontra Soeharto Jadi Pahlawan, Begini Tanggapan Tutut Soal Stigma Korupsi dan Pelanggaran HAM
-
TikTok Didenda Rp15 Miliar Gara-Gara Telat Lapor Akuisisi Tokopedia
-
Meningkatkan Sosialisasi Jamsostek Kepada Pekerja Rentan
-
Kemenekraf Paparkan Film "Timun Mas in Wonderland" Peluang Pengembangan Cerita Rakyat Jadi Kekayaan Intelektual
-
10 Film Horor Paling Sakit Jiwa dan Sadis Sampai Dilarang Tayang di Banyak Negara, Berani Nonton Sendirian?
-
Sejarah Dunia! Bayi Panda Raksasa Lahir di Indonesia, Satu-satunya di Luar China
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.