Ubud Art Ground Siap Gelar Pameran Seni Rupa Internasional Bertajuk 'Parallels: Legacies in Flux'
📅 Sabtu, 28 Jun 2025, 16:54 WIB | Oleh: Rivaldi Dani Rahmadi
Doc: Koran Jakarta/Rivaldi Dani Rahmadi
JAKARTA - Ubud Art Ground akan menggelar pameran perdana bertajuk "Parallels: Legacies in Flux" di Gudang Kayu, Batu Kurung Estate mulai 11 Juli hingga 10 Agustus 2025. Pameran ini akan menampilkan dialog visual antara seniman dari Bali dan Tiongkok.
Pameran "Parallels: Legacies in Flux" mengeksplorasi kemiripan dan perbedaan dalam tradisi seni rupa kedua budaya, dari akar tradisional seperti lukisan Batuan dan Kamasan di Bali hingga sejarah lukisan tinta Tiongkok dengan pendekatan kontemporer yang segar dan relevan. Ini adalah kesempatan langka bagi publik untuk menyaksikan transformasi nilai-nilai tradisional menjadi ekspresi artistik masa kini.
"Ubud Art Ground merupakan sebuah platform yang kita harapkan bisa memperkaya ataupun memberikan nilai tambah terhadap nilai-nilai seni dan budaya yang berakar pada tradisi. Melalui Ubud Art Ground, kami ingin membangun jembatan yang menghubungkan antara seniman indonesia dan internasional, serta menciptakan ruang budaya yang dinamis, berakar kuat pada tradisi namun terbuka terhadap dunia," kata Direktur Ubud Art Ground, Yuanita Sawitri.
Pameran ini akan diisi oleh lebih dari 50 seniman terkemuka, termasuk I Made Djirna, Satya Cipta, Made Wianta, dan Kemal Ezedine, serta seniman-seniman muda dari Bali dan Tiongkok. Program pendukung seperti diskusi publik, tur kuratorial, pertunjukan musik, pasar artisan, dan workshop akan memperkaya pengalaman pengunjung selama satu bulan penuh.
"Berlokasi diatas lahan seluas 5000 m2 di kawasan Batu Kurung Estate kami memiliki visi jangka panjang untuk mengembangkan ruang seni dan budaya seluas 2000 m2. Pada fase awal ini kegiatan kami berpusat di Gudang Kayu sebuah ruang yang dikurasi dengan baik untuk menggelar pameran dan program interaktif. Tempat ini menjadi wadah bagi publik untuk terlibat lebih dalam dengan seni, dan menelusuri kembali akar budaya dan menjalin hubungan dengan ekspresi artistik yang lebih kontemporer," ujar Yuanita.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ubud Art Ground bertujuan menjadi wadah pertukaran budaya dan edukasi seni antara Indonesia dan komunitas internasional, sambil menyoroti hubungan dinamis antara tradisi dan modernitas dalam seni Asia.
"Yayasan Satya Djaya Raya hadir untuk mendorong dialog antara tradisi dan ekspresi kontemporer. Komitmen kami pada pendidikan dan pelestarian budaya kami wujudkan melalui dukungan penuh terhadap Ubud Art Ground. Melalui UAG kami berharap dapat menciptakan ruang yang inklusif bagi penggiat, pemerhati, penikmat, serta komunitas seni dan budaya tentu sekaligus menumbuhkan dan melestarikan ekosistem seni yang berkelanjutan menjadikannya sebagai titik temu kreativitas lintas generasi dan lintas budaya," tutur Direktur Yayasan Satya Djaya Raya, Yulia Kurniawan.
Pameran Ubud Art Ground bertajuk "Parallels: Legacies in Flux" akan dibuka pada 11 Juli 2025 untuk para tamu undangan, dan dibuka untuk umum mulai 12 Juli 2025. Adapun jam operasional pameran ini setiap hari mulai pukul 10.00 - 18.00 WITA.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!