Perikanan Menjadi Pondasi Penting dalam Ketahanan Pangan Seluruh Bangsa
Jumat, 27 Jun 2025, 16:56 WIBDEPOK - Guru Besar Tetap Bidang Geografi Manusia, Lingkungan, dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Pesisir dan Laut, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Prof Dewi Susiloningtyas menyatakan, sumber daya perikanan Indonesia berperan penting dalam ketahanan pangan, pendapatan, dan mata pencaharian, serta menjadi sumber protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat miskin di perdesaan.
"Jika kekayaan laut dieksploitasi secara berlebihan, ini akan berdampak negatif terhadap ketahanan pangan dan mata pencaharian jutaan orang di sektor terkait," kata Prof Tyas di Kampus UI Depok. Oleh karena itu, konsep geografi manusia penting untuk mengatur ruang dan masyarakat, serta mengkaji interaksi antara tempat dan ruang.
"Peran manusia sebagai aktor perubahan lingkungan dapat menjelaskan dampak aktivitas manusia terhadap permukaan bumi, termasuk dampak wilayah pesisir dan laut terhadap aktivitas manusia," katanya. Menurutnya, perlu ada intervensi berupa regulasi yang mengatur sistem sosial dan ekologi (social ecology system) agar tidak terjadi pemanfaatan yang berlebihan atau over fishing yang merusak lingkungan.
âKonektivitas spasial dalam social ecology system terdiri atas unit fisik, biologi, dan geografi yang berasosiasi dengan aktor sosial dan institusi. Struktur atau atribut dalam sistem sosial berupa nilai, perilaku, tingkat pengetahuan, teknologi, serta jumlah individu atau komunitas," katanya.
Sementara itu, sistem ekologi adalah semua sumber daya alam dari jasa ekosistem yang dimanfaatkan oleh manusia. Interaksi kedua sistem ini memerlukan regulasi agar tidak terjadi pemanfaatan yang berlebihan. Untuk menguatkan sistem sosial ekologi, dibutuhkan konsep Pemodelan Berbasis Agen atau ABM (Agent Base Model) yang dikembangkan dalam kerangka pengelolaan sumber daya pesisir dan lautan.
ABM adalah model komputasi untuk mensimulasikan tindakan interaksi antar agen otonom yang digunakan sebagai analisis pemodelan masyarakat yang kompleks, seperti pada komunitas masyarakat pesisir yang mata pencaharian dipengaruhi faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Prof Tyas menerapkan konsep sosial ekologi dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada penelitian yang terkait dengan alam dan kehidupan masyarakat pesisir. Beberapa di antaranya adalah pengembangan pariwisata pesisir dan laut berkelanjutan, serta pengembangan budi daya rumput laut di Pulau Tarakan, Kalimantan Utara.
Dari penelitian tersebut, dengan pendekatan konektivitas spasial, kajian terhadap dinamika dan perubahan akses sumber daya atau tekanan lingkungan secara langsung dapat dipetakan dan diprediksi dengan model.
- perikanan
- Ketahanan Pangan
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Pemprov DKI Jakarta Siap Ikuti Arahan Pemerintah Pusat soal Kebijakan WFH
-
Menteri PPN/Bappenas : PTPN I (Persero) Domain Ketahanan Pangan dan Energi
-
Bengkulu Gelar Razia Kos dan Hotel Antisipasi Prostitusi Saat Ramadhan
-
Konflik Global Mengancam Daya Beli, BPKN Desak Penguatan Perlindungan Konsumen dan Reformasi Regulasi
-
Kasanga Festival 2026 Hadirkan Lomba Ogoh-Ogoh Spektakuler
-
Lillard Samai Rekor Kontes Tripoin NBA
-
Kekayaan Nilai dan Budaya dalam Tradisi Gelaran Imlek Nusantara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.