Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kain Tradisional, Harapan Baru: Perempuan UMKM Sumatra Berkarya Lewat Tapis dan Batik

📅 Jumat, 27 Jun 2025, 15:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kain Tradisional, Harapan Baru: Perempuan UMKM Sumatra Berkarya Lewat Tapis dan Batik Doc: Antara Foto
Ket. Linda Soedibyo, pemilik jenama UMKM "Jan Ayu", menunjukkan karya fesyen yang dipamerkan dalam acara Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2025 di Lampung City Mall, Bandarlampung.

“Sekarang saya slow living,” tutur Linda Soedibyo sambil tersenyum lebar.

Perempuan pensiunan berusia 50-an itu memutuskan kembali ke Lampung pada 2016 untuk merawat sang ibu yang sakit. Selepas sang ibu berpulang dan Linda pensiun dari pekerjaan formalnya pada 2018, alih-alih kembali ke Jakarta, ia memilih menetap di Kota Metro dan mulai merintis usaha fesyen berbasis wastra.

Linda memang gemar memadupadankan outfit dan menuangkan idenya melalui goresan desain, sangat kontras dengan pekerjaan formal yang selama ini digelutinya. Masa pensiun dan kesempatan untuk kembali ke kampung halaman membuka ruang refleksi lebih lebar bagi Linda. Dari sana, ia mulai menggali nilai dan sejarah wastra.

Ia pun jatuh cinta pada tapis, wastra Lampung yang biasanya hanya dikenakan saat pernikahan dan upacara adat. Ia kagum pada keragaman motif tapis yang menyimpan cerita dan filosofi hidup.

Dari kekaguman ini, Linda melihat celah, betapa jarangnya tapis dikenakan dalam keseharian. Satu keluarga biasanya cukup memiliki beberapa tapis saja yang bisa dipakai secara turun-temurun. Ini membuat Linda berpikir mengenai nasib perajin tapis yang tidak mendapat penghasilan yang cukup karena permintaan tidak bertambah.

Dari titik itu, inovasi dimulai. Linda membuat versi baru dari tapis: tetap bermotif khas, tetap penuh makna, tapi tanpa benang emas. Ia memakai benang biasa agar desain lebih fleksibel dan menjangkau berbagai kalangan. Hasilnya, tapis ready-to-wear berjenama Jan Ayu yang bisa dikenakan orang-orang sebagai outfit untuk pergi ke kantor, ke arisan, bahkan ke mal.

Bersama para mitra perajin dan penjahit yang ia libatkan dalam sistem kemitraan, Linda memproduksi sekitar 50 hingga 70 busana per bulan, yang bisa melonjak hingga ratusan potong ketika terdapat permintaan tertentu. Ia tak mempekerjakan karyawan tetap, hanya mitra. Tidak perlu membeli mesin jahit. Hanya berbekal ide, kain, dan relasi.

“Mimpimu belum besar kalau kamu bisa melaksanakannya sendiri. Sehingga saya berpikir, berarti kalau saya tidak bisa sendirian mengerjakannya (membuat pakaian jadi berbahan tapis), berarti mimpi saya sudah besar. Itulah yang kemudian memunculkan ide kemitraan,” cerita Linda.

Jan Ayu bukan hanya soal fesyen. Di balik setiap koleksinya, Linda menanamkan nilai-nilai budaya dan filosofi lokal. Misalnya tapis motif Raja Medang, yang dulunya hanya dikenakan untuk acara adat seperti pengangkatan sultan. Menurutnya, motif ini bisa diterjemahkan ulang untuk masa kini, yakni sebagai simbol hijrah atau bergerak ke hal yang lebih baik.

Pada koleksi lain, Linda menyisipkan motif aksara Lampung yang sudah jarang dikenal generasi muda. Salah satu produknya bahkan menyematkan pesan-pesan anti-korupsi dengan aksara Lampung.

“Tapis diyakini sebagai cara bertutur perempuan untuk menceritakan nilai-nilai filosofis kehidupan, nilai-nilai kebaikan kepada anak keturunan,” ujar Linda sambil menunjukkan karya fesyennya.

Tak hanya soal warisan budaya, ia juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Kain-kain sisa produksi tak pernah dibuang, melainkan dijadikan busana baru. Semangat inilah yang ia sebut sebagai “merawat tradisi, menjaga bumi” yang menjadi tagline Jan Ayu sejak didirikan.

Perjalanan Jan Ayu tak selalu mulus. Linda sempat bolak-balik menjajaki berbagai perajin dan penjahit untuk menemukan yang bisa selaras dengan selera desain Jan Ayu.

Perjalanan jenama untuk bertumbuh ini tidak lepas dari dukungan Bank Indonesia (BI) yang mendampingi Jan Ayu. Linda mendapat banyak masukan tentang cara meningkatkan kualitas produk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

24 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.