MBG Bakal Jangkau 82 Juta Orang di November 2025
Kamis, 26 Jun 2025, 03:03 WIBBGN optimistis dengan percepatan target program MBG bakal mampu menjangkau lebih dari 82 juta orang pada November mendatang.
SUMEDANG - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan keoptimisannya terkait proyeksi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan menjangkau lebih dari 82 juta jiwa penduduk Indonesia pada bulan November 2025.
âDengan percepatan, kami optimistis target Presiden untuk memberikan pelayanan pada 82,9 juta jiwa dapat dicapai di akhir November 2025,â kata Dadan dalam Retret gelombang II di IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (24/6) malam.
Di hadapan 86 kepala daerah yang menghadiri retret, Dadan mengharapkan dukungan mereka dengan menjalankan peran-peran yang bisa dilakukan pemerintah daerah guna percepatan implementasi program MBG.
Peran yang bisa diambil oleh pemda dalam program MBG, lanjut Dadan, yang pertama adalah menyiapkan infrastruktur, kedua membangun rantai pasok, dan terakhir bersama dengan Badan Gizi Nasional menyelenggarakan penyaluran, terutama untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. âIni yang saya sampaikan, dan terutama kami ingin agar koordinasi dengan kepala daerah bisa berjalan lebih intens, lebih sinergi, lebih harmoni, dan bersama-sama menyukseskan program MBG,â ujarnya.
Dalam percepatan implementasi program MBG, menurut dia, peran utama pemerintah daerah terkait dengan infrastruktur adalah salah satu kunci selain anggaran dan SDM.
Selepas urusan anggaran yang dinilainya sudah selesai, Dadan mengatakan bahwa kini fokus utama BGN adalah menyiapkan sumber daya manusia.
Aspek SDM
Untuk aspek SDM, lanjut dia, kini telah dididik 30.000 orang untuk menjadi kepala dapur sekaligus pengelola satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Dadan menyatakan bahwa di awal Agustus akan terjadi percepatan implementasi MBG di Indonesia, khususnya daerah terpencil, terdepan, dan tertinggal (3T).
Pada tanggal 14 Juli 2025, kata dia, mereka akan selesai dididik dan akhir Juli sudah bisa dikirim ke daerah, dan percepatan akan sangat terjadi secara nyata nanti di akhir Juli, awal Agustus, terutama untuk daerah-daerah 3T. âItu akan kami utamakan dengan hadirnya SDM yang sudah dididik selama 3 bulan,â ucapnya.
Dengan kerja bersama dan mengajak seluruh pihak, dia yakin pada bulan November 2025 target pelayanan 82,9 juta jiwa bisa menikmati program MBG, yang artinya berkali-kali lipat dari capaian saat ini sebanyak 5,4 juta orang atau 6 persen dari target.
âSaat ini kita sudah beri makan 5,4 juta orang itu setara dengan penduduk Singapura dalam kurun waktu 5,5 bulan,â katanya.
Ia lantas berkata, âWalau dari target baru 6 persen, kami bersama-sama terus juga mengimbau kepada seluruh kalangan untuk bangun infrastruktur. Alhamdulillah, gairah dan reaksinya cukup bagus, beberapa daerah bahkan kuotanya sudah terpenuhi sehingga kami yakin November target bisa terpenuhi.â
Sehubungan dengan ramainya polemik pemberian snack ataupun bahan mentah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan tidak pernah ada kebijakan penyaluran bahan baku dalam program perbaikan gizi itu.
âTidak pernah ada kebijakan menyalurkan bahan baku, karena program kita adalah program makan bergizi gratis, (ini) intervensi gizi, bukan memberikan bahan baku,â kata Dadan.
Dadan mengatakan kasus itu hanya terjadi di satu dari 1.885 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Karenanya dia meminta tidak ada penyamarataan layanan pada SPPG lainnya, mengingat hanya oknum SPPG tersebut yang berinisiatif demikian. âSekarang telah ada 1.885 SPPG. Kalau satu berbeda, itu artinya yang salah interpretasi, yang 1 bukan yang 1.854. Artinya yang lain solid memahami prosedur yang dikeluarkan badan gizi. Itu (oknum) yang berinisiatif, karena mikirnya mau libur, bahan awet, ya bahan baku,â ujarnya.
Untuk pelaksanaan MBG di periode libur sekolah, Dadan mengatakan sangat tergantung dari kesediaan peserta didik datang ke sekolah masing-masing, karena MBG untuk anak sekolah dibagikan di sekolah. Kalaupun di daerah tersebut tidak ada satupun anak sekolah dan gurunya keberatan datang ke sekolah, maka makan bergizi untuk sementara berhenti di masa libur sekolah.
âTetapi jangan lupa bahwa setiap SPPG masih melayani kelompok ibu hamil, ibu menyusui, anak balita. Dan ini tidak mengenal hari libur, karena pengirimannya ke rumah masing-masing atau ke posyandu, dilakukan enam hari,â tuturnya.
Retret Kepala Daerah Gelombang II di kampus IPDN mulai Senin (23/6) hingga Kamis (26/6). Retret ini diikuti oleh 86 kepala daerah yang terdiri dari 2 gubernur, 3 wakil gubernur, 38 bupati, 37 wakil bupati, 3 wali kota dan 3 wakil wali kota. Ant/S-2
- MBG
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemkot Gelar Jakarta Selatan Funwalk 2025
-
Layanan Bus Trans Palu Dihentikan Sementara, Ada Apa di Balik Keputusan Pemkot?
-
Persagi: MBG Tumbuhkan Pola Makan Sehat Anak
-
Pertama Kali, Pemkot Surabaya Gelar Job Fair Khusus Disabilitas - Sediakan 285 Lowongan
-
Pemerintah Diminta Dengarkan Laporan Masyarakat soal MBG
-
Capaian realisasi program MBG di Jawa Timur
-
MBG Ciptakan 600 Ribu Lapangan Kerja dan Dongkrak Ekonomi Lokal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.