Layanan Bus Trans Palu Dihentikan Sementara, Ada Apa di Balik Keputusan Pemkot?

Senin, 20 Okt 2025, 22:35 WIB

PALU – Pembangunan infrastruktur penunjang sektor transportasi darat punya peran krusial dalam memperlancar konektivitas dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Jalan raya, terminal, jembatan, hingga jaringan logistik darat bukan sekadar sarana mobilitas, tapi juga urat nadi distribusi barang dan jasa antardaerah.

Ket. Foto: Dok- Sejumlah Bus Trans Palu sedang menunggu penumpang di titik pemberhentian di kawasan Taman Gor Palu. — Sumber: ANTARA/ Moh Ridwan

Selama ini, ketimpangan infrastruktur antarwilayah sering menjadi penghambat utama efisiensi logistik dan pemerataan ekonomi.

Wilayah dengan akses transportasi terbatas cenderung tertinggal dalam arus perdagangan dan investasi. Maka, membangun infrastruktur transportasi darat yang merata berarti membuka peluang baru bagi daerah-daerah potensial yang selama ini terisolasi.

Investasi di sektor ini menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang besar — mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas industri, hingga penurunan biaya logistik nasional.

Namun, tantangan yang perlu diwaspadai adalah aspek perawatan dan tata kelola proyek. Infrastruktur yang dibangun masif tanpa perencanaan berkelanjutan berisiko menambah beban fiskal tanpa manfaat optimal.

Karena itu, pembangunan transportasi darat idealnya tak hanya fokus pada jumlah proyek, tetapi juga kualitas konektivitas yang tercipta.

Infrastruktur yang terintegrasi, efisien, dan berorientasi kebutuhan masyarakat akan menjadi penggerak utama mobilitas ekonomi dan sosial Indonesia ke depan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah mulai menghentikan sementara aktivitas layanan operasional transportasi Bus Trans Palu karena pemerintah sedang melakukan pembangunan halte.

"Kebijakan ini mulai berlaku 20 Oktober 2025 dengan alasan, saat ini sedang dilakukan pembangunan bus stop dan halte sebagai upaya memaksimalkan pelayanan publik di bidang transportasi ke depan," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu Trisno Yunianto di Palu, Senin (20/10).

Ia mengemukakan, kebijakan diambil pemerintah menanggapi keluhan masyarakat karena kurang lebih setahun moda transportasi itu beroperasi, belum memiliki halte.

Oleh sebab itu, Pemkot Palu membangun infrastruktur penunjang supaya masyarakat terlayani secara optimal di sektor transportasi darat (Bus Trans Palu).

"Saat ini sekitar 32 titik halte dan bus stop sedang proses pembangunan di dalam kota, di perkirakan pekerjaan infrastruktur itu selesai pada pertengahan Desember 2025, sehingga pada 1 Januari 2026 Bus Trans Palu dapat dioperasikan kembali," ujarnya.

Ia memaparkan selain proses pembuatan halte, saat ini Pemkot Palu juga sedang melakukan evaluasi jalur atau koridor yang dinilai tidak efektif dan penambahan koridor baru, supaya saat pengoperasian kembali bus tersebut dapat lebih optimal melayani masyarakat.

Ia mengaku, saat ini titik pemberhentian Bus Trans Palu belum dilengkapi dengan fasilitas penunjang, seperti tempat duduk untuk calon penumpang, sehingga hal ini menjadi penilaian Pemkot Palu untuk dilakukan penguatan infrastruktur supaya masyarakat nyaman menunggu bus.

Menurutnya pengaturan koridor penting dilakukan, karena erat kaitannya dengan mobilisasi penumpang.

"Salah satu contoh koridor Palu-Pantoloan cukup banyak peminatnya, hanya saja dikurangi jumlah bus jurusan Pantoloan yang sebelumnya 10 bus tinggal tiga bus, kebijakan Pemkot Palu akan mengembalikan 10 bus untuk melayani rute tersebut pada pengoperasian tahun depan," tutur Trisno.

Ia menegaskan penghentian operasional moda transportasi Bus Trans Palu bukan karena sepi peminat, tetapi upaya pemerintah memperkuat pelayanan supaya efektif dan efisien ke depan.

"Mengubah cara berfikir masyarakat menggunakan kendaraan pribadi beralih ke angkutan masal butuh penyesuaian, itu butuh waktu panjang, tidak bisa serta merta saat diterapkan kebijakan langsung beralih sekaligus," ucapnya.

Ia menambahkan saat ini tarif Bus Trans Palu Rp5.000 untuk penumpang Umum dan Rp2.500 bagi siswa, baik itu rute dekat maupun rute jauh, dan pada pengoperasian ulang nanti dipastikan tidak ada perubahan.

Sebelumnya perusahaan penyedia saja transportasi PT Bagong Transportasi mengoperasikan 24 Bus Trans Palu dari 26 unit disediakan, sisanya dua unit disimpan sebagai cadangan dan Pemkot Palu bertindak sebagai pembeli jasa layanan transportasi tersebut.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Sulawesi Tengah mengenai Bus Trans Donggala yang beroperasi hingga ke dalam kota. Kami menyarankan Trans Donggala melakukan perpindahan penumpang di terminal Tipo, supaya tidak mengganggu rute Bus Trans Palu yang sudah diatur," kata dia.

  • Bus Trans Palu

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.