Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jepang Protes Adanya Struktur Baru Tiongkok di LTT

📅 Kamis, 26 Jun 2025, 02:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jepang Protes Adanya Struktur Baru Tiongkok di LTT Doc: AFP/Ministry of Foreign Affairs of Japan
Ket. Gambar yang dipublikasikan Kementerian Luar Negeri Jepang pada Mei 2022 memperlihatkan pembangunan struktur lepas pantai di Laut Tiongkok Timur (LTT). Pada Selasa (24/6), Jepang memprotes Tiongkok karena telah memulai pembangunan struktur baru.

TOKYO – Kementerian Luar Negeri Jepang pada Selasa (24/6) telah melayangkan protes kepada Tiongkok setelah mereka mengetahui bahwa Beijing telah memulai pembangunan struktur baru di perairan antara Tiongkok dan Jepang di Laut Tiongkok Timur (LTT) yang disengketakan.

Kementerian tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Tiongkok sangat disesalkan karena terus melakukan pembangunan secara sepihak sementara zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen di LTT belum dibatasi.

“Jepang meminta agar Tiongkok menghentikan pembangunan sepihaknya dan melanjutkan perundingan mengenai penerapan perjanjian tahun 2008, di mana kedua negara sepakat untuk bekerja sama dalam pengembangan sumber daya alam di LTT,” kata kementerian itu.

Saat ditanya tentang protes Jepang, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan pada Rabu (25/6) bahwa aktivitas pengembangan minyak dan gas Beijing di LTT terletak di perairan yang tidak disengketakan di bawah yurisdiksi Tiongkok.

"Tiongkok tidak bisa menerima tuduhan tak berdasar dari Jepang," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers rutin, seraya menambahkan bahwa Beijing berkomitmen untuk sepenuhnya melaksanakan konsensus berprinsip mengenai isu sengketa LTT.

Hubungan Jepang dengan Tiongkok sebelumnya telah terganggu oleh sengketa wilayah atas sekelompok pulau yang dikelola Jepang di LTT, yang disebut Senkaku di Jepang dan Diaoyu di Tiongkok, serta sejarah agresi militer Jepang di masa lalu.

Kekhawatiran Korsel

Sementara itu dari Korea Selatan (Korsel), Seoul juga mengungkapkan kekhawatiran atas struktur Tiongkok yang diklaimnya sebagai sebuah budidaya ikan, akan memiliki kegunaan lain.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah menarik rig pengeboran minyak lepas pantai yang sudah tidak beroperasi lagi dan dua keramba baja segi delapan raksasa ke laut antara Tiongkok dan Korsel, dengan alasan bahwa bangunan tersebut digunakan sebagai tempat budidaya ikan laut dalam di perairan bersama. Namun Korsel khawatir struktur itu karena bisa digunakan untuk memperluas pengaruh militer Tiongkok.

Majelis Nasional Korsel secara resmi mempermasalahkan struktur Tiongkok tersebut pada awal pekan ini ketika komite kelautan dan perikanan menyebut struktur-struktur Tiongkok itu sebagai ancaman terhadap keselamatan maritim.

Ketakutan tersebut bertambah parah pada Selasa lalu oleh sebuah laporan dari Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) yang berpusat di Washington DC.

"Meskipun informasi yang tersedia menunjukkan bahwa platform tersebut benar-benar difokuskan pada akuakultur, kekhawatiran bahwa platform tersebut mungkin memiliki fungsi ganda bukanlah hal yang tidak berdasar, mengingat rekam jejak Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan (LTS)," kata laporan tersebut, yang menggunakan citra satelit dan data lain untuk melacak instalasi tersebut.

Penggunaan ganda mengacu pada penggunaan potensial kedua untuk keperluan militer, dan Korsel mengakui ada kesamaan yang mencolok antara instalasi Tiongkok tersebut dengan apa yang ada di LTS.

Ketegangan yang meningkat di sekitar platform Tiongkok di Laut Kuning semakin menjadi-jadi karena dalam beberapa tahun terakhir Korsel semakin khawatir tentang aktivitas militer Tiongkok di dekat Semenanjung Korea, termasuk meningkatnya jumlah pesawat tempur Tiongkok yang terbang di dekat wilayah udaranya. Pada Mei lalu, kapal induk terbaru dan tercanggih milik Tiongkok, Fujian, bahkan terpantau melakukan latihan jet tempur di Laut Kuning.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

55 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.