Mengacu kepada IMO, PIP Semarang Siap Hasilkan SDM Berkualitas dan Imbangi Kemajuan Teknologi Pelayanan 

Rabu, 25 Jun 2025, 09:00 WIB

SEMARANG – Salah satu kelebihan dari Perguruan Tinggi di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) adalah pendidikannya mengacu kepada standar Intensional. Seperti Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang yang berpedoman kepada International Maritime Organization (IMO). Sehingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dihasilkan dapat mengimbangi teknologi pelayaran cepat berkembang.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP), Kemenhub, Capt Wisnu Handoko saat Upacara Bon Voyage dan Pelepasan Perwira Transportasi laut Tingkat I, II, III, IV dan V Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang Tahun 2025 di Kampus PIP Semarang Selasa (24/6).

Ket. Foto: Para lulusan Perwira Transportasi laut Tingkat I, II, III, IV dan V PIP Semarang Tahun 2025 — Sumber: Koran Jakarta - Zaki Alatas

“Saat ini PIP Semarang sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah BPSDMP telah melahirkan pelaut-pelaut handal yang berkiprah dikancah nasional dan internasional. Kami akan terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidikan serta pelatihan yang sejalan dengan perkembangan industri. Tujuan dari upaya ini adalah untuk menghasilkan lulusan dan sumber daya manusia yang kuat, berkarakter, berkualitas, dan memiliki daya saing, baik di tingkat nasional maupun di kancah regional dan internasional,” katanya.

Capt Wisnu menambahkan pada Bon Voyage dan Pelepasan Perwira Transportasi PIP Semarang Tahun 2025 mengambil tema “SHAPING THE FUTURE OF SEAFARING WITH PROFESSIONALISM, RESPECT, AND ZERO TOLERANCE FOR BULLYING AND HARASSMENT AT SEA”.

Tema ini sejalan dengan kampanye International Maritime Organization (IMO) 2025 yang menekankan tiga hal. Pertama profesionalisme, melaksanakan tugas dengan keahlian, tanggung jawab, dan integritas. Di mana seorang pelaut harus terampil, disiplin, tangguh, bijak dalam mengambil keputusan, serta menjunjung tinggi keselamatan dan etika kerja dengan semangat belajar yang berkelanjutan.

Kedua, kata Capt Wisnu nilai Respect atau rasa saling menghargai merupakan landasan utama dalam membangun hubungan kerja yang baik. Sikap menghormati atasan, bawahan, dan sesama rekan akan membentuk suasana kebersamaan yang kuat dan harmonis di lingkungan kapal, di mana ruang hidup yang terbatas menuntut adanya rasa saling menghormati sebagai kunci terciptanya keharmonisan, komunikasi yang lancar, serta kolaborasi kerja yang efektif.

“Dan yang terakhir, menjunjung tinggi prinsip Zero Tolerance terhadap bullying dan pelecehan. Tidak ada tempat bagi tindakan kekerasan, intimidasi, maupun pelecehan dalam bentuk apa pun di dunia pelayaran. Setiap pelaut wajib menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman dan bermartabat bagi seluruh insan maritim. Jadilah pelaut yang berani bersikap, melindungi sesama, dan menolak segala bentuk kekerasan dan ketidakadilan,” katanya. 

20250625085608_WhatsApp-Image-2025-06-25-at-08.41.46.jpeg

Ket Foto : Sekretaris Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP), Kemenhub, Capt Wisnu Handoko 

647 Peserta Diklat
Pada kesempatan yang sama, Direktur PIP Semarang, Mafrizal menjelaskan bahwa perwira siswa lulusan diklat peningkatan tingkat I, II, III, IV, dan sejumlah 647 peserta, di mana yang hadir pada upacara sebanyak 396 Peserta Diklat Peningkatan Pelaut dinyatakan telah menyelesaikan diklat.

Dengan rincinan Program Diklat Peningkatan Ahli Nautika Tingkat I sebayak 43 Peserta, Program Diklat Peningkatan Ahli Teknika Tingkat I sebayak 45 Peserta, Program Diklat Peningkatan Ahli Nautika Tingkat II sebayak 106 Peserta, Program Diklat Peningkatan Ahli Teknika Tingkat II sebayak 115 Peserta, Program Diklat Peningkatan Ahli Nautika Tingkat III sebayak 95 Peserta, Program Diklat Peningkatan Ahli Teknika Tingkat III sebayak 107 Peserta, Program Diklat Peningkatan Ahli Nautika Tingkat IV sebayak 43 Peserta, Program Diklat Peningkatan Ahli Teknika Tingkat IV sebanyak 44 Peserta, Program Diklat Peningkatan Ahli Nautika Tingkat V sebayak 25 Peserta dan Program Diklat Peningkatan Ahli Teknika Tingkat V sebayak 24 Peserta.

“Para peserta diklat ini dinyatakan telah menyelesaikan pendidikan serta pelatihan akan memperoleh Certificate of Competency (COC)/sertifikat keahlian pelaut sesuai dengan tingkatannya,” tutup Mafrizal.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.