Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Para Pedagang di Pasar Rakyat Makin Terdesak Minimarket

📅 Senin, 23 Jun 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Para Pedagang di Pasar Rakyat Makin Terdesak Minimarket Doc: antara
Ket. Semakin maraknya keberadaan minimarket di kota-kota besar dan daerah-daerah pinggiran telah memicu kekhawatiran terhadap tergesernya para pedagang di pasar tradisional. 

JAKARTA - Semakin maraknya keberadaan minimarket di kota-kota besar dan daerah-daerah pinggiran telah memicu kekhawatiran terhadap tergesernya para pedagang di pasar tradisional. 

Pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Achmad?Maruf yang diminta pendapatnya di Yogyakarta, (Minggu (22/6) mengatakan fenomena tersebut menjadi peringatan untuk membangkitkan sistem pasar rakyat yang dikelola secara kolektif melalui koperasi.

Menurut Maruf, minimarket yang tumbuh pesat cenderung mengumpulkan sektor informal ke dalam sistem distribusi modern, namun seringkali merugikan petani dan pedagang kecil.

“Jika tidak segera direspon, struktur perdagangan lokal akan didominasi oleh satu atau dua korporasi besar, dan keberlangsungan petani serta pedagang tradisional akan terancam,” kata Maruf.

Ia menekankan pentingnya membentuk koperasi yang kuat sebagai basis pasar rakyat. Sebagai solusi, Maruf menyarankan agar pemerintah daerah melalui BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) membangun dan mengelola rantai pasokan (supply chain) dari hulu ke hilir.

BUMD jelasnya dapat berfungsi sebagai penghubung antara petani, koperasi, pasar rakyat dan konsumen. “Dengan model supply chain yang dikelola BUMD, nilai tambah tetap berada di tingkat lokal, sekaligus meningkatkan efisiensi dalam distribusi,” tambahnya.

Lebih lanjut, dia juga mengajak para petani dan pelaku koperasi untuk mulai menyusun sistem logistik bersama, meliputi transportasi, pergudangan, dan mekanisme pembayaran yang terintegrasi.

Hal itu bertujuan agar produk pertanian dapat langsung dijual ke pasar rakyat tanpa melalui perantara sehingga margin keuntungan lebih besar.

Sebaiknya Anda baca juga:

“Kemitraan antara petani, koperasi, dan BUMD tidak boleh setengah hati, tetapi harus dibangun dengan dukungan regulasi dan insentif yang jelas,” kata Maruf.

Dengan strategi tersebut, Maruf berharap pasar rakyat sistem koperasi bisa menjadi pemain serius dalam ekosistem perdagangan. “Jika koperasi pasar rakyat mampu menawarkan harga yang kompetitif dan kualitas layanan seperti minimarket, maka masyarakat punya pilihan yang lebih adil,” katanya.

Sebelumnya, dalam rapat kerja DPR RI bersama Menteri UMKM Maman Abdurahman, beberapa waktu lalu, anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo mengkritisi jumlah gerai minimaret yang semakin menjamur.

Pada kesempatan itu Yoyok mengatakan agar ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart dibatasi. Menurut dia, gerai modern semacam minimart menjadi salah satu penyebab UMKM mati.

Aturan Jarak

Peneliti ekonomi Celios, Nailul Huda mengatakan data menunjukkan jumlah minimarket semakin naik pesat, dibandingkan pasar yang semakin menurun. Bahkan, minimarket sudah berada di tengah pasar tradisional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.