• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Janji Robotaxi Elon Musk M...

Janji Robotaxi Elon Musk Masih Belum Terwujud, Uji Coba Mulai Digelar di Austin

Minggu, 22 Jun 2025, 18:20 WIB

JAKARTA - Elon Musk, CEO Tesla, kembali menjadi sorotan publik setelah beberapa kali gagal memenuhi janjinya menghadirkan robotaxi tanpa pengemudi. Sejak tahun 2019, Musk berulang kali menyampaikan bahwa kendaraan otonom ini akan hadir "tahun depan", namun hingga kini janji tersebut belum menjadi kenyataan.

Pada awal tahun 2024, Musk kembali mengulangi janjinya dengan mengatakan, “Tahun depan pasti, kita akan memiliki lebih dari satu juta robotaxi.” Pernyataan itu tampaknya mulai mengarah ke kenyataan dengan dimulainya uji coba terbatas robotaxi Tesla di Austin, Texas, pada Minggu ini.

Ket. Foto: — Sumber: The Street

Uji coba awal hanya melibatkan 10 hingga 12 kendaraan yang dioperasikan di area terbatas. Meski masih kecil, Musk optimistis layanan ini akan berkembang secara bertahap ke kota-kota lain dan bisa mencapai ratusan ribu hingga satu juta unit kendaraan pada tahun depan.

Namun, di tengah perkembangan tersebut, pesaing Tesla seperti Waymo justru telah melangkah lebih jauh dengan mengoperasikan layanan taksi tanpa sopir di kota-kota besar seperti Los Angeles, San Diego, dan Austin. Waymo bahkan mencatatkan perjalanan berbayar ke-10 juta, berkat teknologi berbeda yang memungkinkannya meluncur lebih cepat ke pasar.

Tesla juga menghadapi tekanan dari sisi bisnis. Boikot terhadap perusahaan karena alasan politik dan persaingan ketat dari produsen kendaraan listrik lain telah menggerus penjualan. Saham Tesla sempat anjlok sekitar 150 miliar dolar AS, terutama setelah Musk terlibat konflik di media sosial dengan Presiden AS yang memiliki kendali terhadap regulator otomotif.

Meskipun demikian, saham Tesla sedikit pulih setelah Musk menyatakan penyesalan atas beberapa pernyataannya. Dalam wawancara dengan CNBC pada Mei lalu, Musk mengatakan Tesla mengalami "peningkatan permintaan yang besar". Namun, seminggu kemudian, sebuah asosiasi otomotif di Eropa melaporkan penjualan mobil Tesla turun hingga setengahnya.

Para analis di Wall Street menanggapi perkembangan ini dengan skeptis. Garrett Nelson dari CFRA mempertanyakan kemampuan Tesla untuk memperluas armadanya secara cepat. “Awalnya, mungkin sekitar selusin kendaraan. Jumlahnya sangat kecil,” ucap Nelson.

Seth Goldstein dari Morningstar juga menyampaikan keraguan serupa. “Jika siapa pun di Austin dapat mengunduh aplikasi dan menggunakan robotaxi, itu akan menjadi kesuksesan, tetapi saya rasa itu baru akan terjadi pada tahun 2028," ujarnya.

Sistem Full Self-Driving (FSD) Tesla, yang menjadi dasar dari robotaxi, masih menuai kontroversi. Regulator keselamatan AS telah membuka penyelidikan terhadap fitur ini menyusul sejumlah kecelakaan. Kementerian Kehakiman AS juga turut menyelidiki, meski belum ada kejelasan statusnya.

Dalam satu kasus hukum, seorang hakim menolak gugatan terhadap Tesla karena penggugat tidak dapat membuktikan bahwa Musk “dengan sengaja” menyampaikan pernyataan palsu. Sistem FSD disebut tidak sepenuhnya otonom karena pengemudi tetap diwajibkan siaga dan siap mengambil alih kendali kapan saja.

Meski begitu, Musk tetap optimis. Ia menyatakan bahwa versi robotaxi akan berjalan dengan sistem FSD yang telah ditingkatkan dan kabinnya akan didesain aman. Ia juga menambahkan bahwa perluasan layanan dapat dilakukan dengan cepat karena jutaan pemilik Tesla saat ini dapat mengubah mobil mereka menjadi robotaxi melalui pembaruan perangkat lunak.

"Daripada membiarkan mobil Anda terparkir di tempat parkir, mobil Anda bisa menghasilkan uang," ujar Musk.

Ia menyebut model ini seperti Airbnb untuk kendaraan, di mana pemilik mobil dapat memasukkan atau menarik kendaraan mereka dari armada sesuai keinginan.

Berbeda dari Waymo yang menggabungkan kamera, laser, dan radar, Tesla hanya mengandalkan kamera untuk sistem navigasi. Menurut Musk, pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk bergerak lebih cepat dan mendominasi pasar.

"Tesla akan memilikinya, saya tidak tahu, 99% pangsa pasar atau sesuatu yang menggelikan," katanya dalam konferensi bersama investor.

Meski tampak ambisius, beberapa pengamat tetap memberikan harapan kepada Musk. Dan Ives dari Wedbush Securities menyebut Tesla memiliki keunggulan dalam skala produksi dan distribusi. Sementara itu, Goldstein menilai, “Mungkin waktunya tidak realistis, tetapi ia dapat mengembangkan produk teknologi futuristik.”

Musk sebelumnya berhasil mengubah industri mobil dengan mempopulerkan kendaraan listrik, menghadirkan layanan internet satelit Starlink, serta melakukan pendaratan roket SpaceX yang dapat digunakan kembali. Namun, apakah robotaxi Tesla akan menjadi kisah sukses selanjutnya, masih harus ditunggu realisasinya di tengah tantangan yang belum reda.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.