- Home
-
- Luar Negeri
-
- Duaarr, Roket SpaceX Meled...
Duaarr, Roket SpaceX Meledak di Landasan Peluncuran
Kamis, 19 Jun 2025, 23:58 WIBCAMERON COUNTY - Salah satu roket SpaceX Starship milik Elon Musk meledak selama uji coba rutin di Texas, kata pihak berwenang, dalam kemunduran terbaru bagi impian miliarder itu untuk mengubah umat manusia menjadi spesies antarplanet, Rabu (18/6).
"Starship 36 mengalami kegagalan dahsyat dan meledak di fasilitas peluncuran Starbase tak lama setelah pukul 11 ??malam pada hari Rabu (0400 GMT Kamis)," menurut sebuah posting Facebook oleh otoritas Cameron County.
Dari The Guardian, sebuah video yang dibagikan dalam unggahan itu menunjukkan roket raksasa yang terpasang pada lengan peluncur, lalu terjadi kilatan dan ledakan dahsyat yang berapi-api.
SpaceX mengatakan roket tersebut tengah bersiap untuk uji terbang ke-10 ketika "mengalami anomali besar saat berada di tempat uji di Starbase", tanpa menjelaskan lebih lanjut tentang sifat komplikasi tersebut.
âArea aman di sekitar lokasi dijaga selama operasi berlangsung dan semua personel aman dan terlindungi,â SpaceX menambahkan di media sosial.
âTidak ada bahaya bagi warga di sekitar lokasi kejadian, dan kami meminta agar warga tidak mencoba mendekati area tersebut selama operasi pengamanan berlangsung.â
Ledakan Starship terjadi selama "uji coba kebakaran statis rutin", menurut pihak berwenang di Cameron County.
Selama terjadi kebakaran statis, bagian dari prosedur sebelum peluncuran, pendorong Super Berat Starship akan ditambatkan ke tanah untuk mencegahnya terangkat selama uji penembakan.
Starbase, dekat perbatasan Texas dengan Meksiko, adalah kantor pusat proyek luar angkasa Musk.
Dengan tinggi 123 meter (403 kaki), Starship adalah roket terbesar dan terkuat di dunia dan menjadi pusat visi jangka panjang Musk untuk menjajah Mars.
Starship disebut sebagai roket yang dapat digunakan kembali sepenuhnya dengan kapasitas muatan hingga 150 metrik ton.
Sebuah prototipe Starship meledak di atas Samudra Hindia pada akhir Mei.
Kendaraan peluncur terbesar dan terkuat yang pernah dibuat telah lepas landas pada tanggal 27 Mei dari fasilitas Starbase, tetapi pendorong Super Heavy tahap pertama meledak alih-alih melaksanakan pendaratan yang direncanakan di Teluk Meksiko.
Kegagalan tersebut mungkin tidak akan banyak berpengaruh terhadap ambisi Musk di bidang luar angkasa.
SpaceX telah bertaruh bahwa etosnya âgagal cepat, belajar cepatâ, yang telah membantunya mendominasi penerbangan antariksa komersial, pada akhirnya akan membuahkan hasil.
Perusahaan tersebut telah menangkap pendorong Super Heavy di lengan robot raksasa menara peluncuran sebanyak tiga kali â sebuah prestasi rekayasa yang berani yang dianggapnya sebagai kunci untuk penggunaan ulang yang cepat dan pemangkasan biaya.
NASA semakin bergantung pada SpaceX, yang pesawat ruang angkasa Dragon-nya digunakan untuk mengangkut astronaut ke dan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Badan Penerbangan Federal pada awal Mei menyetujui peningkatan peluncuran roket Starship tahunan dari lima menjadi 25, dengan menyatakan bahwa peningkatan frekuensi tidak akan berdampak buruk terhadap lingkungan.
Keputusan tersebut mengesampingkan keberatan dari kelompok konservasi yang telah memperingatkan perluasan tersebut dapat membahayakan penyu laut dan burung pantai.
Berita Terkait:
-
AS Sita Kapal Tanker Berbendera Russia, Menyebutnya "Armada Bayangan" terkait Minyak Venezuela
-
IQAir Mencatat Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat pada Rabu Ini
-
G7 Ancam akan Jatuhkan Lebih Banyak Sanksi pada Iran
-
Kibarkan Merah Putih di Lebanon, Jejak Patriotik Laksdya TNI Hersan
-
Awak Artemis II dalam Perjalanan Pulang
-
Ledakan lapangan padel di Kabupaten Bogor
-
Chelsea Tak Tertarik Rekrut Vinicius Junior, Fokus pada Kebutuhan Lebih Mendesak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.