Elon Musk Resmi Mundur dari Jabatan Karyawan Pemerintah Khusus di Era Trump

Kamis, 29 Mei 2025, 17:25 WIB

JAKARTA - Elon Musk, CEO Tesla, telah mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi 'Karyawan Pemerintah Khusus' dalam pemerintahan Donald Trump. Pengumuman tersebut disampaikan pada hari Kamis setelah serangkaian demonstrasi publik yang tengah berlangsung.

Dalam pernyataannya di platform X, Musk menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Trump atas kesempatan yang diberikan untuk membantu menekan pemborosan anggaran pemerintah. Ia menegaskan bahwa misi Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) akan terus kuat dan menjadi bagian penting dalam pemerintahan.

Ket. Foto: — Sumber: Novinite

"Karena waktu yang dijadwalkan sebagai Karyawan Pemerintah Khusus akan segera berakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Donald Trump atas kesempatan untuk mengurangi pemborosan pengeluaran. Misi DOGE akan semakin kuat seiring berjalannya waktu karena menjadi cara hidup di seluruh pemerintahan," tulis Musk dalam cuitannya.

Sehari sebelum pengunduran dirinya, Musk mengungkapkan bahwa ia kembali bekerja penuh waktu, tidur di ruang konferensi, dan kembali ke dunia bisnis setelah menyelesaikan tugas pemerintahannya. CNN melaporkan bahwa etos kerja kerasnya terbukti penting saat ia mengelola beberapa perusahaan yang sedang menghadapi tantangan besar.

Tesla menghadapi penurunan penjualan dan kekecewaan atas peluncuran Cybertruck yang dinanti-nanti. Selain itu, Musk juga mengakui bahwa platform media sosial miliknya, X, membutuhkan perbaikan operasional utama setelah mengalami pemadaman besar selama akhir pekan.

Pemadaman ini terjadi tak lama setelah sistem Grok xAI milik Musk menimbulkan kontroversi dengan menyebarkan teori konspirasi tentang "genosida kulit putih." Di sisi lain, peluncuran terbaru roket Starship milik SpaceX berakhir tragis ketika roket tersebut meledak di atas Samudra Hindia.

Para investor menunjukkan antusiasme terhadap kembalinya Musk ke bisnis intinya, yang tercermin dari lonjakan saham Tesla sebesar 25% dalam sebulan terakhir. Meskipun demikian, harga saham Tesla masih jauh di bawah puncaknya pada bulan Desember lalu.

Kepercayaan pasar kini bergantung pada kemampuan Musk untuk mengatasi tantangan yang dihadapi Tesla, termasuk janji peluncuran layanan robotaxi tanpa sopir di Austin, Texas dalam waktu dekat. Musk juga menyatakan kekhawatiran atas kebijakan fiskal yang diajukan pemerintahan Trump yang dianggapnya dapat memperbesar defisit anggaran.

"Sejujurnya, saya kecewa melihat RUU pengeluaran besar-besaran yang meningkatkan defisit anggaran, bukan hanya menguranginya, dan merusak pekerjaan yang dilakukan tim DOGE," ujar Musk.

Ia menambahkan, "Saya pikir RUU bisa besar atau bisa juga indah, tetapi saya tidak tahu apakah keduanya bisa."

Pernyataan ini menunjukkan kekecewaan Musk terhadap arah kebijakan fiskal yang sedang dijalankan.

Meski Musk telah meninggalkan jabatan resminya, Departemen Efisiensi Pemerintah diperkirakan akan tetap melanjutkan pekerjaannya. Tim DOGE diharapkan bertahan di berbagai lembaga federal untuk memastikan misi penghematan anggaran dan efisiensi pemerintah tidak kehilangan momentum.

Misi yang selama ini diperjuangkan Musk di pemerintahan diharapkan tetap berjalan meskipun tanpa keterlibatannya secara langsung. Langkah pengunduran dirinya menandai babak baru bagi Musk, yang kini fokus kembali pada pengembangan bisnis dan proyek-proyek pribadinya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.