Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamendikdasmen Ingatkan Nilai Tradisi Luhur Perlu Jadi Bagian dari Pendidikan Karakter

📅 Jumat, 20 Jun 2025, 08:43 WIB | Oleh:
Wamendikdasmen Ingatkan Nilai Tradisi Luhur Perlu Jadi Bagian dari Pendidikan Karakter Doc: Kemendikdas
Ket. Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq (kiri) saat menghadiri upacara adat Seren Taun di Cagar Budaya Nasional Gedung Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur, Kuningan, Jawa Barat, Kamis (19/6/2025).

JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan segenap elemen bangsa bahwa nilai-nilai tradisi luhur bangsa perlu diintegrasikan ke dalam pendidikan karakter generasi muda di Indonesia.

“Pancasila, agama, budaya luhur adalah nilai karakter pendidikan kita. Nilai tradisi luhur dapat memancarkan serta menebarkan benih-benih kebaikan terutama bagi generasi muda di masa kini dan yang akan datang,” kata Fajar, seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Hal itu disampaikan Fajar saat menghadiri upacara adat Seren Taun di Cagar Budaya Nasional Gedung Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur, Kuningan, Jawa Barat, Kamis (19/6).

Kehadiran Wamen Fajar tersebut disambut hangat oleh masyarakat yang tengah melaksanakan upacara Seren Taun yang rutin dihelat setiap tahunnya.

Menurutnya, upacara adat seperti Seren Taun bukan hanya bentuk rasa syukur atas panen padi, melainkan juga wahana pembelajaran hidup yang sarat makna, khususnya dalam membentuk karakter dan identitas kebangsaan anak-anak Indonesia.

“Apa yang menjadi tradisi kita tetap kita lestarikan di tengah tantangan yang ada dan bermacam polanya. Urang Sunda saya yakin dapat menguatkan antara nilai kebudayaan tradisi dengan nilai-nilai kemajuan,” ujarnya.

Fajar juga menyebut bahwa tradisi yang hidup di masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kekayaan budaya nasional. Tradisi itu, ujarnya melanjutkan, harus dijaga dan diteruskan kepada generasi mendatang melalui sistem pendidikan.

Diketahui, Seren Taun merupakan tradisi tahunan masyarakat adat Sunda di Cigugur sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen, sekaligus simbol harmoni antara manusia, alam, dan budaya.

Menurut Fajar, sebagai bagian dari khazanah kebudayaan Indonesia yang kaya, upacara Seren Taun sejatinya bukan hanya milik masyarakat Kuningan, melainkan juga milik alam kebudayaan masyarakat Indonesia.

"Rasa syukur panen dalam Seren Taun menandakan kita memiliki ketahanan pangan yang oleh Presiden Prabowo sering disebut sebagai ‘kemandirian pangan’. Itu terbukti dan mewujud. Hal inilah yang menjadi modal sosial kekuatan pangan kita,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Pemerintah Kota Palu Data K...
Ekonomi
Harga Emas Antam pada Kamis...
Nasional
Mendag: Pemerintah Terus Ja...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 6
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.