Rupiah Melemah 302 Poin Sepanjang 2025: Sinyal Bahaya dari Pasar Valas?

Jumat, 20 Jun 2025, 19:06 WIB

JAKARTA - Rupiah cenderung melemah sepanjang tahun ini hingga, Jumat (20/6). Bahkan, kurs rupiah terhadap dollar AS saat ini melampaui target yang ditetapkan dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

Sejak awal tahun, faktor penggerak rupiah didominasi sentimen kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed). Investor terus mencari petunjuk baru soal normalisasi kebijakan moneter The Fed, terutama penurunan suku bunga acuan. 

Ket. Foto: Ilustrasi - Teller bank menunjukkan uang kertas rupiah dan dolar AS. — Sumber: Antara

Terkini, tekanan terhadap rupiah bertambah seiring meningkatnya eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Perang antara Iran dan Israel memicu kekhawatiran baru bagi investor, terutama di pasar keuangan. 

Alhasil, pasar terus dibayangi aksi risk off atau jual aset berisiko sehingga menekan pergerakan mata uang di negara berkembang, termasuk rupiah. 

Karenanya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sepanjang tahun ini hingga 20 Juni 2025 melemah 302 poin atau 1,88 persen menjadi 16.397 per dolar AS dari penutupan akhir Desember 2024 sebesar 16.095 rupiah per dolar AS. Bahkan, angka tersebut di atas target pemerintah di level 16.000 rupiah per dolar AS. 

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Jumat (20/6), di Jakarta memguat sebesar 9 poin atau 0,06 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.397 rupiah per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menganggap penguatan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi harapan kesepakatan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam dua pekan ke depan.

"Rupiah menguat tipis terhadap dolar AS oleh harapan terjadinya kesepakatan antara Iran-AS dan Israel dalam dua pekan ke depan,” ucapnya di Jakarta.

Mengutip Anadolu Agency, Presiden AS Donald Trump menolak pernyataan The Wall Street Journal bahwa dirinya telah menyetujui rencana serangan AS bersama Israel melawan Iran. Laporan itu menyatakan bahwa Presiden AS sudah menyetujui rencana untuk menyerang Iran, tetapi belum memberikan perintah akhir untuk melaksanakan hal tersebut.

Trump disebut sedang menunggu untuk melihat apakah Iran akan menghentikan program nuklir di Fordo.

Dalam dua pekan ke depan, Trump mengatakan akan membuat keputusan apakah terlibat langsung menyerang Iran atau tak mengizinkan militer AS bergabung dalam perang yang dikobarkan Israel.

Pengumuman tersebut muncul saat Trump menghadapi keretakan internal dalam basis Partai Republik mengenai apakah dirinya harus bergabung dengan kampanye Israel melawan Iran atau tidak.

Tokoh-tokoh terkemuka, termasuk tokoh media Tucker Carlson, ahli strategi Trump Steve Bannon, Senator Rand Paul, dan Anggota Partai Republik Marjorie Taylor Greene telah memperingatkan agar AS tidak terlibat dalam aksi militer langsung.

Banyak yang menyuarakan kritik bahwa keterlibatan langsung akan menyebabkan Trump terjerat dalam intervensi asing yang mengeluarkan biaya mahal, sesuatu yang secara vokal ia tolak saat mencalonkan diri sebagai presiden.

Namun, para pendukung garis keras tradisional Partai Republik, termasuk Senator Ted Cruz dan Lindsey Graham, telah mendorong aksi militer.

Gedung Putih sendiri menegaskan bahwa prioritas Trump adalah memastikan Iran tidak dapat memperoleh senjata nuklir. Adapun Iran telah membantah bahwa mereka berusaha memperoleh senjata nuklir.

Jangka waktu dua pekan Trump muncul saat para menteri luar negeri dari Jerman, Prancis, dan Inggris berencana untuk bertemu dengan mitra mereka dari Iran pada minggu ini untuk mencari solusi diplomatik bagi konflik Israel-Iran.

Mereka diperkirakan akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada hari Jumat ini di Jenewa, Swiss.

Di sisi lain, Lukman menilai penguatan kurs rupiah terbatas seiring sentimen risk-off di pasar ekuitas domestik.

“Saya melihat investor masih cenderung menghindari aset berisiko di tengah ketidakpastian geopolitik dan tarif. Selain itu, keputusan BI (Bank Indonesia) menahan suku bunga juga mengecewakan investor,” ungkap dia.

  • rupiah melemah

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

Berita Terbaru

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.