- Home
-
- Luar Negeri
-
- Massa Dukung Pemerintah Ka...
Massa Dukung Pemerintah Kamboja Terkait Pertikaian Perbatasan
Kamis, 19 Jun 2025, 02:50 WIBPHNOM PENH - Puluhan ribu warga Kamboja turun ke jalan-jalan di Phnom Penh pada Rabu (18/6) untuk mengikuti aksi massa resmi untuk mendukung tindakan pemerintah terkait sengketa perbatasan baru-baru ini dengan Thailand.
Aksi massa besar-besar yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Hun Many, adik bungsu Perdana Menteri Hun Manet, tergabung dalam barisan solidaritas untuk mendukung pemerintah dan pasukan Kamboja yang ditempatkan di perbatasan dengan Thailand.
Sambil menyanyikan lagu-lagu patriotik dan mengibarkan bendera Kamboja serta foto Hun Manet dan ayahnya, mantan pemimpin Hun Sen, para pendukung berbaris menuju ke Monumen Kemerdekaan di jantung ibu kota.
Seorang tentara Kamboja terbunuh pada 28 Mei setelah terjadi baku tembak antar pasukan di daerah yang disengketakan yang dikenal sebagai Segitiga Emerald, tempat perbatasan Kamboja, Thailand dan Laos bertemu. Tentara Thailand dan Kamboja mengatakan mereka saling baku tembak karena untuk membela diri.
Hun Many mengatakan kepada khalayak bahwa pawai aksi massa itu adalah dukungan dan penyemangat tambahan untuk pemerintah dan pasukan Kamboja.
"Ketika negara itu menghadapi ancaman atau penghinaan, rakyat Kamboja tidak akan tinggal diam, kami akan berdiri dalam semangat bersatu," ucap Hun Many.
Aksi dukungan massa ini terjadi setelah rekaman pembicaraan via telepon antara mantan PM Hun Sen dan PM Thailand, Paetongtarn Shinawatra, bocor ke publik. PM Paetongtarn menuduh Hun Sen sengaja membocorkan percakapan pribadi dan mengatakan dia telah merusak kepercayaan antara kedua belah pihak.
"Sudah jelas sekarang bahwa niatnya adalah untuk mendapatkan popularitas domestik, tanpa peduli tentang efek pada hubungan internasional," kata PM Paetongtarn kepada wartawan di Bangkok. "Kami berbicara untuk perdamaian tanpa menyadari bahwa itu akan digunakan sebagai bagian dari rencananya untuk meningkatkan popularitasnya," imbuh dia.
Inginkan Solusi
Terkait sengketa di perbatasan ini, Kamboja telah meminta Mahkamah Internasional (ICJ) untuk membantu menyelesaikan perseteruan di empat area yaitu di lokasi bentrokan bulan lalu dan tiga situs kuil kuno. Para pemimpin Kamboja telah berulang kali mengatakan langkah itu untuk mencegah bentrokan militer lebih lanjut.
Sementara itu PM Hun Manet pada Selasa (17/6) mengatakan bahwa ia ingin menjaga perdamaian dan kerja sama yang baik dengan Thailand.
"Mengajukan keluhan di ICJ untuk menyelesaikan perselisihan secara damai adalah pilihan terbaik kami untuk menjaga persahabatan dan kerja sama yang baik dengan Thailand," kata dia.
Kedua belah pihak sebenarnya telah mengadakan pembicaraan di Phnom Penh pada akhir pekan lalu, yang menurut Thailand telah membuat kemajuan, tetapi pertikaian belum juga mereda. Kamboja pada Selasa melarang impor buah dan sayuran Thailand setelah Bangkok menolak untuk mencabut pembatasan lintas batas yang diberlakukan dalam beberapa hari terakhir.
Pekan lalu Kamboja melarang penayangan drama Thailand dari TV dan bioskop, menutup pos pemeriksaan perbatasan yang ramai, dan memutus akses internet dari Thailand.
PM Hun Manet pada Selasa mengatakan bahwa kembalinya hubungan yang normal semuanya bergantung pada otoritas Thailand. "Bola kini ada di tangan Thailand," ungkap dia.
Terkait pernyataan PM Kamboja itu, Thailand menegaskan bahwa pihaknya pun menginginkan solusi yang bisa dinegosiasikan dan mendesak Kamboja untuk menghentikan intervensi tak resmi terutama yang datang dari mantan pemimpin yang masih memiliki pengaruh besar, yang bisa memperkeruh situasi.
"Thailand tetap berkomitmen untuk menggunakan mekanisme bilateral untuk menyelesaikan masalah perbatasan dengan Kamboja dengan ketulusan dan dengan itikad baik," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura. AFP/I-1
Berita Terkait:
-
Wamendagri Bima Arya Puji Kampung Bahagia Jambi: Soroti RT Punya Peran Krusial
-
Pemkot Jaktim Segel Lapangan Padel Ilegal
-
Pemkab Tangerang Evaluasi Perlintasan Kereta Tak Resmi Usai Tragedi Bekasi Timur
-
Kearifan Lokal: Tradisi Menyambut Bulan Purnama di Banyuwangi
-
250 Wisman Masuk ke Tanjungpinang Lewat Jalur Laut di Hari Pertama 2026
-
Tailan Siap untuk Mediasi PBB Terkait Sengketa Maritim dengan Kamboja
-
Sekjen PBB Mengecam Meningkatnya ‘Aturan Kekerasan’ di Seluruh Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.