- Home
-
- Megapolitan
-
- Orangtua Minta Nama Anakny...
Orangtua Minta Nama Anaknya Dikeluarkan dari Sistem SPMB
Rabu, 18 Jun 2025, 15:08 WIBJAKARTA â Posko pelayanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur diserbu para orangtua calon urid baru. Mereka minta agar nama anaknya dikeluarkan dari sistem karena salah memilih sekolah.
Salah satunya warga Cipinang Muara, Riyanti (38) yang mengaku salah memilih sekolah untuk anaknya karena lokasi ternyata jauh dari tempat tinggalnya.
Menurutnya, awalnya mau daftar di SD wilayah Cipinang, tapi salah klik, jadi yang terpilih wilayah Duren Sawit. âSaya bingung soalnya sekolah itu jaraknya jauh," kata Riyanti. Dia ditemui di posko pelayanan SPMB Jakarta Timur I yang berada di SMK Negeri 26 Jakarta, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu.
Riyanti menyebut pendaftaran ini merupakan pengalaman pertamanya, sehingga masih sedikit bingung dan terlalu terburu-buru ingin menyelesaikan pendaftaran. Saat menyadari kesalahannya, Riyanti langsung mendatangi posko pelayanan Sudin Pendidikan I. Dia minta bantuan agar nama anaknya yang sudah tercantum di sekolah terdaftar dikeluarkan dari sistem SPMB Jakarta.
Dia ke posko biar dibantu. Riyanti ingin nama anaknya dikeluarkan saja dari sekolah yang sudah dipilih supaya bisa dapat memilih ulang sekolah. Riyanti merasa sangat khawatir anaknya lolos di sekolah yang lokasinya jauh dari rumah.
Sayangnya, pendaftaran sekolah melalui sistem tak bisa sembarangan diatur oleh panitia, sekolah, ataupun jajaran Sudin Pendidikan Jakarta Timur.
"Tadi ketika ketemu panitia belum bisa langsung pindah. Harus tunggu dulu sampai nama anak saya tidak muncul di dalam sistem SPMB. Jadi semacam terlempar dulu, baru nanti bisa daftar lagi kalau masih ada kesempatan," jelas Riyanti.
Hal serupa dikeluhkan warga asal Kampung Melayu, Jayadi (40) yang menginginkan anaknya dihapus dari sistem SPMB Jakarta karena salah melihat wilayah sekolah.
"Sebenarnya ibunya ini mau klik sekolah di wilayah Kampung Melayu, tapi malah salah klik jadinya di SD wilayah Pondok Bambu, dikiranya itu dekat rumah," kata Jayadi.
Jayadi baru mengetahui kalau dia harus menunggu nama anaknya keluar dari sistem sekolah terdaftar, baru bisa mendaftar ulang dan memilih sekolah tujuan.
"Saya di jelaskan oleh petugas di posko, ternyata saya harus menunggu nama anak dikeluarkan dari sekolah awal, baru bisa daftar ulang. Tapi kalau waktu SPMB sudah ditutup, tidak bisa lagi," ucap Jayadi.
Jayadi mengaku khawatir jika nama anaknya terus ada dalam sistem sekolah terdaftar. Hal tersebut membuatnya  tak bisa mendaftarkan anaknya ke sekolah yang menjadi tujuannya.
"Saya takutnya sampai hari terakhir ini nama anak saya masih ada. Kan jadinya mau tidak mau harus di sekolah yang sudah dipilih, meskipun sebenarnya tidak mau," ujar Jayadi.
- SPMB
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Ajang Oscar 2026 Catat Hasil Imbang untuk Pertama Kalinya dalam 13 Tahun
-
BPH Migas: Pertamina Alihkan Pasokan BBM di SPBU Jember yang Disegel
-
Hanya 2 Hari Persiapan, Dewa United Bikin Persija Gigit Jari di JIS, Riekerink: Ini Rasanya Seperti Menang
-
Morrissey Hotel Menteng Rilis Paket Imlek dan Iftar Ramadan, Sajikan 99 Menu Nusantara
-
Catat Tanggalnya. Jasa Marga Beri Diskon Tarif Tol 15–16 Maret 2026 untuk Mudik Lebaran.
-
Puluhan Ribu Orang Terjebak dan Tidak Dapat Meninggalkan Teluk
-
30 WNI Tertahan di Abu Dhabi Akhirnya Dipulangkan Lewat Penerbangan Repatriasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.