Mengenal Pasukan Elite Iran: Kiprah Mematikan IRGC di Balik Konflik Iran-Israel!
Rabu, 18 Jun 2025, 12:50 WIBJAKARTA - Konflik antara Iran dan Israel kini memasuki babak paling menegangkan. Serangan saling balas tak hanya menargetkan instalasi militer, tapi juga menghantam jantung infrastruktur dan pusat populasi.Â
Di balik kekuatan militer Iran, ada satu nama yang kerap muncul dalam setiap skenario panas kawasan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Pasukan elite ini bukan hanya tulang punggung pertahanan Iran, tetapi juga simbol ideologi revolusioner yang lahir pasca jatuhnya rezim Shah pada 1979.Â
Sejak saat itu, IRGC tumbuh bukan hanya sebagai kekuatan militer, tapi juga aktor besar dalam politik dan ekonomi negara.
Lahir dari Revolusi, Berakar pada Ideologi
IRGC didirikan segera setelah Revolusi Islam 1979, sebagai pasukan revolusioner yang setia kepada Ayatollah Khomeini.Â
Tidak seperti militer reguler, IRGC berada langsung di bawah komando Pemimpin Tertinggi Iran, saat ini Ayatollah Ali Khamenei. Tugas utamanya menjaga ideologi Islam revolusioner serta melindungi negara dari ancaman internal dan eksternal.
Ditempa di Medan Perang Iran-Irak
Sepanjang konflik Iran-Irak (1980â1988), IRGC menjadi ujung tombak dalam berbagai operasi strategis. Di antaranya:
- Operasi Tariq al-Quds (1981): Membebaskan wilayah Bostan.
- Operasi Badr (1985): Menarget jalur utama Basra-Baghdad.
- Pertempuran al-Faw (1986): Kemenangan penting yang membuka akses strategis Iran.
Perang delapan tahun itu bukan hanya melahirkan korban besar, tetapi juga menjadikan IRGC sebagai institusi militer berpengaruh dengan doktrin perang gerilya dan simetris yang kuat.
Kekuatan IRGC Saat Ini
Kini, IRGC memiliki kekuatan militer sekitar 190.000 personel aktif dan lebih dari 600.000 pasukan cadangan. Mereka bertanggung jawab atas program rudal balistik dan nuklir Iran, serta membina jaringan kelompok proksi seperti Hizbullah (Lebanon), Houthi (Yaman), dan milisi di Irak serta Suriah.
Namun kekuatan IRGC tak berhenti di ranah militer. Mereka juga mengendalikan berbagai perusahaan besar dan proyek infrastruktur penting, menjadikannya kekuatan ekonomi tersendiri.Â
Sejak 2019, Amerika Serikat bahkan mengklasifikasikan IRGC sebagai organisasi teroris asing, langkah yang belum pernah diterapkan terhadap militer resmi negara lain.
IRGC di Tengah Bara Api Iran-Israel 2025
Memasuki pertengahan 2025, konflik Iran-Israel makin membara. Pada Juni, Israel melancarkan serangan besar dengan 200 jet tempur yang membombardir:
- Teheran dan wilayah militer sekitarnya.
- Fasilitas uranium Natanz di Isfahan.
- Pangkalan militer di Tabriz.
- Gudang rudal di Isfahan, Arak, dan Kermanshah.
Serangan itu menewaskan tokoh penting IRGC, termasuk:
- Hossein Salami (Kepala IRGC).
- Mohammad Bagheri (Kepala Staf Militer).
- Amir Ali Hajizadeh (Komandan Dirgantara IRGC).
- Gholamali Rashid & Mohammad Kazemi (tokoh intelijen senior).
Iran pun membalas dengan rudal balistik dan drone yang menghantam wilayah militer dan sipil di Israel. Sistem pertahanan seperti Iron Dome berhasil mencegat sebagian, tapi tak semuanya bisa dicegah. Korban jiwa dan kerusakan besar pun tak terhindarkan.
Perang Belum Usai
Ayatollah Khamenei menegaskan bahwa âIsrael tak akan lolos dari balasan berat.â IRGC, yang selama lebih dari empat dekade menjadi alat tempur utama Iran, kini kembali di garis depan, bukan hanya dalam konflik bersenjata, tetapi juga dalam perang ideologi dan dominasi regional.
Lahir dari semangat revolusi dan dibentuk dalam kobaran perang, IRGC kini menjadi kekuatan yang sulit diabaikan.Â
Di tengah konflik Timur Tengah yang terus bergolak, keberadaan IRGC tak hanya menggambarkan kekuatan militer Iran, tetapi juga mencerminkan wajah kompleks dari dinamika geopolitik kawasan.
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
Berita Terkait:
-
Sedikitnya 254 Tewas setelah Israel Kembali Menyerang Lebanon
-
Kesenjangan Digital, 9 Desa di Luwu Timur Belum Terjangkau Sinyal
-
Presiden Tegaskan MBG Bisa Jadi Penopang Ekonomi Masyarakat Bawah
-
Harga BBM Naik akibat Blokade Selat Hormuz, Eddy Soeparno Minta Pemerintah Waspadai Persaingan Impor Migas
-
Presiden Imbau Hemat Energi, Pertamina Bagi Tips Masak yang Lebih Efisien
-
Joan Laporta Kembali Terpilih sebagai Presiden Barcelona
-
Usung Semangat Sharing is Caring, 100 Karyawan BRI Life Motoran Berbagi Berkah Ramadan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.