• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Mengenal Pasukan Elite Ira...

Mengenal Pasukan Elite Iran: Kiprah Mematikan IRGC di Balik Konflik Iran-Israel!

Rabu, 18 Jun 2025, 12:50 WIB

JAKARTA - Konflik antara Iran dan Israel kini memasuki babak paling menegangkan. Serangan saling balas tak hanya menargetkan instalasi militer, tapi juga menghantam jantung infrastruktur dan pusat populasi. 

Di balik kekuatan militer Iran, ada satu nama yang kerap muncul dalam setiap skenario panas kawasan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Ket. Foto: Potret Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran — Sumber: Wikipedia

Pasukan elite ini bukan hanya tulang punggung pertahanan Iran, tetapi juga simbol ideologi revolusioner yang lahir pasca jatuhnya rezim Shah pada 1979. 

Sejak saat itu, IRGC tumbuh bukan hanya sebagai kekuatan militer, tapi juga aktor besar dalam politik dan ekonomi negara.

Lahir dari Revolusi, Berakar pada Ideologi

IRGC didirikan segera setelah Revolusi Islam 1979, sebagai pasukan revolusioner yang setia kepada Ayatollah Khomeini. 

Tidak seperti militer reguler, IRGC berada langsung di bawah komando Pemimpin Tertinggi Iran, saat ini Ayatollah Ali Khamenei. Tugas utamanya menjaga ideologi Islam revolusioner serta melindungi negara dari ancaman internal dan eksternal.

Ditempa di Medan Perang Iran-Irak

Sepanjang konflik Iran-Irak (1980–1988), IRGC menjadi ujung tombak dalam berbagai operasi strategis. Di antaranya:

- Operasi Tariq al-Quds (1981): Membebaskan wilayah Bostan.

- Operasi Badr (1985): Menarget jalur utama Basra-Baghdad.

- Pertempuran al-Faw (1986): Kemenangan penting yang membuka akses strategis Iran.

Perang delapan tahun itu bukan hanya melahirkan korban besar, tetapi juga menjadikan IRGC sebagai institusi militer berpengaruh dengan doktrin perang gerilya dan simetris yang kuat.

Kekuatan IRGC Saat Ini

Kini, IRGC memiliki kekuatan militer sekitar 190.000 personel aktif dan lebih dari 600.000 pasukan cadangan. Mereka bertanggung jawab atas program rudal balistik dan nuklir Iran, serta membina jaringan kelompok proksi seperti Hizbullah (Lebanon), Houthi (Yaman), dan milisi di Irak serta Suriah.

Namun kekuatan IRGC tak berhenti di ranah militer. Mereka juga mengendalikan berbagai perusahaan besar dan proyek infrastruktur penting, menjadikannya kekuatan ekonomi tersendiri. 

Sejak 2019, Amerika Serikat bahkan mengklasifikasikan IRGC sebagai organisasi teroris asing, langkah yang belum pernah diterapkan terhadap militer resmi negara lain.

IRGC di Tengah Bara Api Iran-Israel 2025

Memasuki pertengahan 2025, konflik Iran-Israel makin membara. Pada Juni, Israel melancarkan serangan besar dengan 200 jet tempur yang membombardir:

- Teheran dan wilayah militer sekitarnya.

- Fasilitas uranium Natanz di Isfahan.

- Pangkalan militer di Tabriz.

- Gudang rudal di Isfahan, Arak, dan Kermanshah.

Serangan itu menewaskan tokoh penting IRGC, termasuk:

- Hossein Salami (Kepala IRGC).

- Mohammad Bagheri (Kepala Staf Militer).

- Amir Ali Hajizadeh (Komandan Dirgantara IRGC).

- Gholamali Rashid & Mohammad Kazemi (tokoh intelijen senior).

Iran pun membalas dengan rudal balistik dan drone yang menghantam wilayah militer dan sipil di Israel. Sistem pertahanan seperti Iron Dome berhasil mencegat sebagian, tapi tak semuanya bisa dicegah. Korban jiwa dan kerusakan besar pun tak terhindarkan.

Perang Belum Usai

Ayatollah Khamenei menegaskan bahwa “Israel tak akan lolos dari balasan berat.” IRGC, yang selama lebih dari empat dekade menjadi alat tempur utama Iran, kini kembali di garis depan, bukan hanya dalam konflik bersenjata, tetapi juga dalam perang ideologi dan dominasi regional.

Lahir dari semangat revolusi dan dibentuk dalam kobaran perang, IRGC kini menjadi kekuatan yang sulit diabaikan. 

Di tengah konflik Timur Tengah yang terus bergolak, keberadaan IRGC tak hanya menggambarkan kekuatan militer Iran, tetapi juga mencerminkan wajah kompleks dari dinamika geopolitik kawasan.

  • Iran
  • Israel
  • Konflik Iran dan Israel
  • IRGC
  • Tentara Iran

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.