Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gunung Ruang Siaga, Badan Geologi Ingatkan Warga Jauhi Radius Bahaya

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 21:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gunung Ruang Siaga, Badan Geologi Ingatkan Warga Jauhi Radius Bahaya Doc: Antara
Ket. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajak warga tidak melakukan aktivitas di radius bahaya Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

Manado - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas di radius bahaya Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

"Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Ruang Q1 masih pada Level II (waspada)," kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid AN dalam laporan yang dibagikan dalam grup percakapan Info Gunung Api Sitaro di Manado, Selasa (17/6). 

Dalam laporan aktivitas Gunung Ruang periode 16 -31 Mei 2025 tersebut, beberapa rekomendasi yang harus dipatuhi yaitu, masyarakat di sekitar gunung dan pengunjung/wisatawan agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius dua kilometer dari pusat kawah aktif.

Masyarakat juga diimbau untuk selalu menggunakan masker, menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernafasan.

Masyarakat yang berada di luar radius dua kilometer diharapkan tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi serta tetap mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Ruang melalui aplikasi MAGMA Indonesia.

Diharapkan pemerintah daerah, BPBD provinsi dan kabupaten senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Ruang, Desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi - Badan Geologi di Bandung.

Tingkat aktivitas Gunung Ruang, kata Muhammad Wafid akan dievaluasi kembali secara berkala, maupun jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas dianggap tetap jika evaluasi berikutnya belum dikeluarkan.

Berdasarkan pengamatan visual, pasca erupsi besar 17 April dan 30 April 2024 teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis – sedang sekitar 50 – 150 meter dari puncak.

Pada 14 Maret 2025, Stasiun RUA4 terkena banjir, seismometer hilang dan antena rusak sehingga sejak tanggal 14 – 31 Maret 2025, tidak ada rekaman seismik dan mulai tanggal 2 April 2025 data seismik mengacu pada stasiun TALI (RUA2) yang berlokasi di bukit belakang Pos PGA Gunung Ruang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.