Rangkaian Kereta Baru Buatan Tiongkok Dapat Pujian dari Pengguna Commuter Line Jabodetabek

Selasa, 17 Jun 2025, 22:53 WIB

JAKARTA- Tidak hanya membantu mengurangi kepadatan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek, kehadiran rangkaian kereta buatan Tiongkok yang saat ini beroperasi di KRL jalur Bogor dan Cikarang mendapat banyak sambutan positif dari publik.

KAI Commuter, operator KRL Jabodetabek, mengimpor sebanyak 11 rangkaian kereta buatan CRRC Sifang Tiongkok, seiring peningkatan jumlah penumpang. Lima rangkaian sudah beroperasi sejak awal bulan ini, tiga di antaranya untuk KRL jalur Bogor dan dua di jalur Cikarang.

Ket. Foto: Sebuah Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek berhenti di salah satu stasiun. KAI Commuter, operator KRL Jabodetabek, mengimpor sebanyak 11 rangkaian kereta buatan CRRC Sifang Tiongkok untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang. — Sumber: ANTARA/Xinhua

Karena dibuat oleh perusahaan yang sama yang membuat rangkaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), sehingga tidak heran beberapa interior kereta ini cukup terasa premium.

Salah satunya dengan adanya kehadiran papan informasi perjalanan digital. Penumpang bisa memantau lokasi stasiun dan posisi gerbong kereta secara waktu nyata (real-time) melalui layar di atas pintu, fitur baru yang sangat membantu penumpang.

Pembaruan lainnya adalah kehadiran lampu peringatan saat membuka atau menutup pintu kereta. Hal ini membuat penumpang lebih aman dari kemungkinan terjepit karena pintu yang menutup secara mendadak, keluhan yang cukup sering ditemui di rangkaian kereta lama.

Hingga akhir bulan lalu, total tujuh rangkaian telah mendarat di Jakarta. Sementara itu, lima rangkaian kereta yang sudah dioperasikan saat ini telah melewati proses sertifikasi keselamatan dan kelayakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (RI).

Setiap satu rangkaian kereta terdiri atas 12 gerbong dengan kapasitas 250-300 orang untuk setiap gerbong, sehingga satu rangkaian kereta ini bisa mengangkut lebih dari 3.000 penumpang. Kapasitas ini 8 persen lebih banyak dari rangkaian kereta lama.

Kehadiran armada kereta baru ini menjadi solusi mengatasi peningkatan jumlah penumpang KRL Jabodetabek setiap tahunnya. KAI Commuter melaporkan, jumlah penumpang KRL Jabodetabek pada Januari-Mei 2025 hampir menyentuh 180 juta orang, peningkatan 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ant/Xinhua

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.