Perkuat JKN, BPJS Kesehatan Buka Peluang Riset Baru

Selasa, 17 Jun 2025, 09:30 WIB

JAKARTA - BPJS Kesehatan membuka kesempatan bagi para peneliti untuk mengajukan proposal riset melalui program Open Call for Research Proposal Tahun 2025, sebagai upaya memperkuat pengelolaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berbasis kebijakan ilmiah.

Peluncuran program riset tahunan ini dilakukan berbarengan dengan kegiatan diseminasi hasil kajian strategis tahun 2024 di Jakarta, Senin, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Ke-57 BPJS Kesehatan.

Ket. Foto: Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan Mahlil Ruby (paling kanan) dalam diseminasi hasil kajian strategis program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berbasis kebijakan ilmiah di Jakarta, Senin (16/6/2025) — Sumber: BPJS Kesehatan

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menyatakan bahwa program ini merupakan wadah kolaborasi antara BPJS Kesehatan dengan kalangan akademisi dan lembaga riset untuk menjawab tantangan JKN melalui pendekatan berbasis bukti.

“Animo akademisi terhadap program ini sangat tinggi. Ratusan proposal masuk setiap tahun. Hasilnya nanti akan digunakan untuk pengambilan keputusan strategis dalam penguatan JKN,” kata Ghufron.

Dalam kegiatan diseminasi, dipaparkan tiga hasil kajian utama tahun 2024, yaitu studi kelayakan long term care (LTC) untuk lansia pekerja formal melalui skema JKN, kajian karakteristik peserta mandiri dalam kaitannya dengan kemampuan dan kemauan membayar iuran, serta studi alternatif penerapan model urun biaya dalam sistem JKN.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan Mahlil Ruby menjelaskan, diseminasi ini menjadi sarana pertanggungjawaban sekaligus ruang dialog bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Hasil riset ini harus bisa ditindaklanjuti, bukan sekadar berhenti pada publikasi,” ujarnya.

Sejak 2014 hingga 2022, BPJS Kesehatan telah menghasilkan lebih dari 200 kajian yang mencakup topik mutu layanan, perluasan kepesertaan, keberlanjutan finansial, keterlibatan peserta, dan penguatan kelembagaan.

Kajian-kajian tersebut turut mendorong perbaikan berkelanjutan dalam sistem JKN.

Program Open Call tahun 2025 ini diharapkan dapat kembali menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif, sekaligus mempererat sinergi antara BPJS Kesehatan, perguruan tinggi, dan lembaga riset dalam mewujudkan sistem jaminan kesehatan yang adil, tangguh, dan berkelanjutan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.