Kemiskinan Meningkat, Efektivitas Penarikan Utang Harus Dievaluasi
📅 Selasa, 17 Jun 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi“Ini sebuah kondisi yang mencerminkan tantangan struktural dalam distribusi hasil pembangunan,” tegasnya.
Di publik kata Badiul akan muncul berbagai pertanyaan, diantaranya untuk apa ULN itu digunakan jika tidak berdampak pada pengurangan kemiskinan? Keseimbangan antara pengelolaan utang dan dampak sosialnya menjadi krusial.
Utang negara seharusnya menjadi instrumen untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan meningkatkan daya beli masyarakat, bukan sekadar menjaga stabilitas makroekonomi tanpa menyentuh realitas keseharian warga miskin.
“Utang luar negeri (ULN) idealnya untuk pembiayaan seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, atau transformasi ekonomi. Namun, ketika utang meningkat secara signifikan tanpa diiringi penurunan angka kemiskinan, maka muncul pertanyaan kritis, apakah utang benar-benar dikelola untuk mendukung kesejahteraan rakyat?,”ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam konteks tersebut tata kelola keuangan negara perlu menekankan pada transparansi dan akuntabilitas penggunaan ULN, termasuk tujuan dan dampaknya terhadap pembangunan sosial.
Efektivitas penarikan utang harus dievaluasi guna memastikan benar-benar menghasilkan multiplier effect terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan pengurangan kemiskinan.
“Utang jangan hanya untuk menutup defisit, tetapi mendorong transformasi ekonomi yang inklusif,” pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!