Wow! Ada Penemuan Fosil Gajah Purba di Kudus, Dibuatkan Replika untuk Objek Wisata

Senin, 16 Jun 2025, 18:55 WIB

KUDUS - Penemuan fosil gajah purba di Situs Patiayam Desa Terban, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang kondisinya hampir utuh mulai dilakukan pencetakan fosil purba (casting fossil) untuk dibuatkan replikasi karena nantinya lokasi temuan dijadikan objek wisata.

"Dari hasil casting tersebut nantinya akan dibuatkan replika untuk ditempatkan di lokasi temuan. Sedangkan fosil asli akan disimpan di museum agar lebih awet dan tidak mudah rusak," kata Koordinator Lapangan Ekskavasi Fosil Gajah Purba Situs Patiayam Kudus Dama Qoriy Arjanto ditemui di sela-sela melakukan penggalian di petak 21 kawasan Situs Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Senin (16/6).

Ket. Foto: Fosil gading gajah purba yang ditampilkan di Museum Patiayam Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. — Sumber: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Ia mengungkapkan fosil gajah tersebut tidak memungkinkan ditempatkan di lokasi temuannya, karena berada di alam terbuka. Sedangkan proses pencetakannya baru berjalan tiga hari dan membutuhkan waktu hingga dua pekan.

Setelah proses penggalian fosil selesai, maka nantinya akan dibuatkan replika, display, dan papan informasi soal fosil gajah purba elephas hysudrindicus yang diperkirakan hidup antara 800.000 sampai 450.000 tahun yang lalu.

"Fosil gajah tersebut juga ditaksir hidup semasa dengan gajah purba lainnya berjenis stegodon yang fosilnya juga ditemukan di Situs Purbakala Patiayam," ujar Dama Qoriy Arjanto dari Departemen Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Untuk proses penggalian yang dimulai sejak 9 Juni dan akan berakhir pada 24 Juni 2025, kata dia, saat ini baru mencapai 25 persen. Sehingga perlu penggalian lebih dalam lagi.

Hasil sementara yang mulai nampak, kata dia, tulang-tulangnya, mulai dari tulang belakang, rusuk, kaki, lengan, gigi, dan rahang bawah.

"Keputusan dari para peneliti saat ini yaitu menampakkan terlebih dahulu fosil yang terpendam di dalam tanah. Selebihnya untuk pengangkatan, kami perlu mendiskusikannya bersama para peneliti lainnya," ujarnya.

Proyek ekskavasi tersebut, merupakan buah kerja sama dari sejumlah lembaga. Selain Center for Prehistory and Austronesian Studies (CPAS), juga melibatkan UGM, BRIN, Balai Pelestarian Kebudayaan, Yayasan Dharma Bakti Lestari, dan Museum Patiayam Kudus.

Dengan rencana tersebut, maka pengunjung tidak hanya sekadar melihat koleksi fosil purba yang ada, melainkan bisa langsung ke lokasi penemuan untuk mengetahui jenis lapisan tanahnya sehingga bisa menjadi bahan edukasi, terutama terhadap pelajar maupun mahasiswa.

Sementara jumlah temuan fosil purba dari Situs Patiayam hingga kini mencapai 10.147 fragmen, sedangkan yang dipamerkan melalui ruang pamer di museum baru 200-an fragmen.

Adapun fosil yang ditemukan di Situs Patiayam, mulai dari Stegodon Trigonochepalus (gajah purba), Elephas Sp (juga sejenis gajah purba), Ceruss Zwaani dan Cervus Lydekkeri Martin (sejenis rusa), dan Rhinoceros Sondaicus (badak). Kemudian ada Brachygnatus Dubois (babi), Felis Sp (macan), Bos Bubalus Palaeokarabau (sejenis kerbau), dan Bos Banteng alaeosondaicus, serta Crocodilus sp (buaya), hingga kapak genggam atau chopper. Ant

  • Fosil Gajah Purba

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Prestasi Agen BRI Life Bersinar di TADEA 2026, Raih Enam Penghargaan

FIBA 3x3 Beijing Challenger 2026 Manghadirkan Tim Unggulan Dunia

Desound Showroom Melawai Hadirkan Pengalaman Audio dalam Konsep Lima Lantai

Akses Patimban Dipercepat, GT Cipeundeuy Jadi Andalan Baru Distribusi Logistik

Restrukturisasi PT PP Disiapkan, Babak Baru Konsolidasi BUMN Dimulai

Dari Semangka Berpaling ke Cabai, Petani Tanah Bumbu Cari Harga yang Lebih Bersahabat

Kemnaker Perkuat Pemandu Gunung NTB, Pariwisata Bersiap Tancap Gas

Ojol dan Aplikator Masuk Radar Pemerintah, Aturan Kemitraan Bakal Diperketat

Penggunaan QRIS Meledak! Era Transaksi Cashless Makin Tak Terbendung

Kredit UMKM Dinaikkan, Bisakah Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi?

Uang Beredar Tembus Rp10.371 Triliun, Ekonomi Makin Banjir Likuiditas

Gempa Flores, Pertamina Turun Tangan Dampingi Warga Terdampak.

Miris! Kesadaran Sejarah Perjuangan Bangsa Semakin Memudar, Ada Apa?

Rupiah Ambruk 5,5 Persen Sepanjang Tahun Ini, Investor Pilih Berlindung di Balik Dolar AS

IHSG Sepanjang Tahun Ini Melemah 24,5 Persen, Pasar Domestik Jadi Korban Ketidakpastian Global

Ringankan Beban Korban Gempa NTT, Wapres Gibran Upayakan Masa Tenggang Kredit.

Peduli Korban Gempa NTT, Puluhan Siswa SD di Ponorogo Galang Donasi.

Kemacetan Pelabuhan Ketapang Diurai, KAI dan Pemkab Banyuwangi Siapkan Lahan 10 Hektare di Ketapang

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo: Polisi Sudah Tangkap Sejumlah Pelaku Karhutla.

Karhutla Muara Enim Dipadamkan dari Udara, Helikopter Water Bombing Dikerahkan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.