Penggunaan QRIS Meledak! Era Transaksi Cashless Makin Tak Terbendung

Jumat, 21 Agu 2026, 22:25 WIB

JAKARTA – Meningkatnya pemakaian QRIS menunjukkan transaksi digital semakin menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dan pelaku usaha.

Perluasan pembayaran nontunai dapat meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas akses keuangan, sekaligus mendorong UMKM masuk ke ekosistem ekonomi digital.

Ket. Foto: Ilustrasi - Pembeli memindai kode batang pembayaran nontunai Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS) di salah satu kafe di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. — Sumber: ANTARA/ Auliya Rahman

Namun, pertumbuhan tersebut perlu diikuti penguatan keamanan transaksi dan literasi digital agar manfaatnya semakin merata.

Bank Indonesia (BI) mencatat hingga Juni 2026, QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna serta diterima oleh 44,86 juta merchant dengan 96,68 persen di antaranya merupakan UMKM.

BI memandang, perluasan QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendorong UMKM semakin terhubung dengan ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

“QRIS bukan lagi sekadar alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal, tetapi QRIS sudah menjadi pintu masuk utama, entry point, bagi UMKM ke dalam ekosistem keuangan digital,” kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta di Jakarta, Jumat (21/8).

Transformasi digital dipandang menjadi semakin penting untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan mendorong UMKM naik kelas di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.

Untuk itu, BI terus mendorong UMKM untuk go digital melalui tiga strategi utama, e-farming melalui digital farming untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, e-commerce melalui onboarding UMKM untuk memperluas akses pasar digital, serta e-financing melalui Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) untuk memperkuat pencatatan laporan keuangan dan akses pembiayaan.

Filianingsih menekankan pentingnya penguatan ekosistem inovasi digital untuk mendorong transformasi dan daya saing UMKM.

BI terus memperkuat upaya tersebut, salah satunya melalui pengembangan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) yang menghubungkan talenta, inovator, industri, pemerintah, dan mitra strategis untuk menghasilkan solusi digital yang relevan dan dapat diterapkan di sektor riil, termasuk UMKM.

PIDI merupakan wujud sinergi BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan mitra strategis dalam mengakselerasi inovasi dan pengembangan talenta digital nasional.

Bagi UMKM, PIDI menjadi wadah untuk menghasilkan solusi digital terapan yang mudah diadopsi dan dapat direplikasi secara luas guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi, serta memperluas akses pasar dan pembiayaan.

“Dengan talenta yang berdaya, inovasi yang implementatif, dan ekosistem yang saling menguatkan, kami optimis UMKM Indonesia akan terus bertransformasi, bertumbuh, dan naik kelas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang semakin inklusif dan berkelanjutan,” kata Filianingsih.

Pada Jumat (21/8), BI menyelenggarakan Innovation Talk bertajuk “Akselerasi Transformasi Digital UMKM: Integrasi Inovasi Digital Menuju UMKM Naik Level" sebagai bagian dari rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.

Innovation Talk menghadirkan narasumber dari Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI yakni Fitria Irmi Triswati, inovator muda finalis PIDI yaitu Irpan Rambe dan Fahrul Hadi Kusuma, serta UMKM Binaan BI di bidang pertanian hortikultura yakni Pipit Candra sebagai founder Bernard Tani.

Para narasumber berbagi perspektif dan pengalaman pemanfaatan inovasi digital untuk meningkatkan kinerja usaha, memperluas pasar, membuka akses pembiayaan, dan mendorong UMKM naik kelas.

Diskusi juga menekankan pentingnya pemanfaatan data digital UMKM oleh industri perbankan serta penguatan pencatatan digital UMKM untuk meningkatkan efisiensi, tata kelola, dan akses pembiayaan.

BI menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengakselerasi transformasi digital UMKM.

Dengan semangat Beudaya MeusareSare atau Berdaya Bersama-sama, transformasi digital diharapkan mampu melahirkan UMKM yang semakin adaptif, inovatif, dan berdaya saing untuk tumbuh dan naik kelas serta menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Prestasi Agen BRI Life Bersinar di TADEA 2026, Raih Enam Penghargaan

FIBA 3x3 Beijing Challenger 2026 Manghadirkan Tim Unggulan Dunia

Desound Showroom Melawai Hadirkan Pengalaman Audio dalam Konsep Lima Lantai

Akses Patimban Dipercepat, GT Cipeundeuy Jadi Andalan Baru Distribusi Logistik

Restrukturisasi PT PP Disiapkan, Babak Baru Konsolidasi BUMN Dimulai

Dari Semangka Berpaling ke Cabai, Petani Tanah Bumbu Cari Harga yang Lebih Bersahabat

Kemnaker Perkuat Pemandu Gunung NTB, Pariwisata Bersiap Tancap Gas

Ojol dan Aplikator Masuk Radar Pemerintah, Aturan Kemitraan Bakal Diperketat

Penggunaan QRIS Meledak! Era Transaksi Cashless Makin Tak Terbendung

Kredit UMKM Dinaikkan, Bisakah Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi?

Uang Beredar Tembus Rp10.371 Triliun, Ekonomi Makin Banjir Likuiditas

Gempa Flores, Pertamina Turun Tangan Dampingi Warga Terdampak.

Miris! Kesadaran Sejarah Perjuangan Bangsa Semakin Memudar, Ada Apa?

Rupiah Ambruk 5,5 Persen Sepanjang Tahun Ini, Investor Pilih Berlindung di Balik Dolar AS

IHSG Sepanjang Tahun Ini Melemah 24,5 Persen, Pasar Domestik Jadi Korban Ketidakpastian Global

Ringankan Beban Korban Gempa NTT, Wapres Gibran Upayakan Masa Tenggang Kredit.

Peduli Korban Gempa NTT, Puluhan Siswa SD di Ponorogo Galang Donasi.

Kemacetan Pelabuhan Ketapang Diurai, KAI dan Pemkab Banyuwangi Siapkan Lahan 10 Hektare di Ketapang

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo: Polisi Sudah Tangkap Sejumlah Pelaku Karhutla.

Karhutla Muara Enim Dipadamkan dari Udara, Helikopter Water Bombing Dikerahkan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.