Miris! Kesadaran Sejarah Perjuangan Bangsa Semakin Memudar, Ada Apa?
Jumat, 21 Agu 2026, 22:00 WIBMAGELANG - Indonesia telah merdeka selama 81 tahun. Namun seiring berjalannya waktu, kesadaran terhadap sejarah perjuangan bangsa semakin memudar. Nama-nama pahlawan yang dulu berjuang mempertaruhkan jiwa dan raga kini mulai asing di telinga anak muda, tergantikan oleh derasnya arus hiburan dan teknologi modern.
âBerangkat dari keprihatinan tersebut, kami merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu. Bukan dengan cara yang kaku dan membosankan, melainkan dengan pendekatan yang dekat dengan keseharian generasi muda saat ini,â kata JB Moordiana, selaku Konseptor Acara Fiesta Historia 2026 kepada Koran Jakarta, Sabtu (21/8).
Moordiana menjelaskan berawal dari keprihatinan itu maka lahirlah Fiesta Historia 2026. Secara harfiah, artinya bisa dimaknai sebagai âperayaan melalui sejarahâ atau âfestival menelusuri masa laluâ sebuah event yang diselenggarakan di Lapangan Candisari, Kaliangkrik, Magelang pada 22 dan 23 Agustus 2026.
Selama dua hari penuh, tambah Moordiana, event ini menghadirkan Piala Bupati Tournament e-sport Mobile Legends, dimeriahkan dengan festival kuliner, pesta rakyat, dan doa/refleksi bersama untuk para pahlawan sebagai bentuk penghormatan di malam puncak peringatan kemerdekaan.
Dikatakan, Fiesta Historia 2026 hadir bukan sekadar event biasa. Lebih dari itu, event ini adalah ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama melawan amnesia sejarah bangsa dan kembali mengingat bahwa kemerdekaan ini adalah warisan yang harus dijaga.
âFiesta Historia 2026 adalah nama yang kami usung untuk event ini, terinspirasi dari nama komunitas kami, Via Historia, yang berasal dari bahasa Latin. Via berarti jalan dan Historia berarti sejarah. Nama Fiesta Historia 2026 dipilih sebagai identitas event yang lebih modern dan mudah diingat, namun tetap membawa semangat dan filosofi aslinya, yaitu mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali berjalan menyusuri jejak sejarah dan mengenang jasa para pahlawan bangsa,â katanya.
Tema Kegiatan
Lebih jauh Moordiana menjelaskan tema kegiatan yang dipilih adalah Melawan Amnesia Sejarah Bangsa. âTema ini dipilih sebagai bentuk keprihatinan kami terhadap generasi muda khususnya dan masyarakat pada umumnya yang semakin melupakan sejarah dan jasa para pahlawan. Melalui tema ini, kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali mengingat dan menghargai perjuangan para pahlawan yang telah mengantarkan Indonesia pada kemerdekaannya,â katanya.
Moordiana pun mengutip pernyataan Bung Karno. âBangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannyaâ.
Namun, tambah Moordiana, jika jujur melihat kondisi bangsa ini hari ini, ada banyak hal yang membuat banyak orang prihatin. Berbagai persoalan yang menggerogoti negeri ini, mulai dari memudarnya rasa persatuan, maraknya perilaku negatif di kalangan anak muda, hingga lunturnya integritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
âKami percaya salah satu akarnya adalah karena kita mulai lupa sejarah, dari mana kita berasal dan untuk apa kemerdekaan ini diperjuangkan. Para pahlawan dulu berjuang bukan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk seluruh rakyat Indonesia. Semangat itulah yang seharusnya menjadi cermin bagi kita semua, baik generasi muda maupun para pemimpin bangsa, dalam menjalani peran masing-masing di negeri ini,â katanya.
âFiesta Historia 2026 ini diselenggarakan dengan maksud untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, kembali mengenal dan mengingat sejarah perjuangan bangsa sebagai bagian dari identitas kita sebagai orang Indonesia,â tandas Moordiana.
Lebih rinci Ketua Pelaksana Fiesta Historia 2026, Muhammad Muttamakkin menjelaskan tujuan dari kegiatan ini untuk menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air dan kesadaran sejarah di kalangan generasi muda.
âMendukung program pemerintah Kabupaten Magelang dalam bidang olahraga khususnya E-Sport yang telah resmi sebagai cabang olahraga resmi KONI,â katanya.
Kembangkan UMKM
Selain itu, tambah dia, dengan kegiatan ini juga untuk mendukung program pemerintah Kabupaten Magelang dalam mengembangkan UMKM sebagai nadi perekonomian masyarakat.
Tidak kalah pentingnya, tambahnya, dengan kegiatan ini ingin memberikan ruang bagi anak muda untuk berkarya, menumbuhkan jiwa entrepreneurship dan berkontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya. âKami ingin menghadirkan peringatan Hari Kemerdekaan yang tidak sekadar seremonia dan hiburan tetapi menyisipkan literasi sejarah kepada masyarakat,â katanya.
Fiesta Historia 2026 dilaksanakan dalam bentuk serangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai dari 22 hingga 23 Agustus 2026. Pertama, turnamen E-Sport Piala Bupati. Turnamen Mobile Legends merupakan salah satu kegiatan utama dalam Fiesta Historia 2026 yang dirancang sebagai wadah bagi generasi muda untuk berkompetisi secara sehat, sportif, dan penuh semangat kebangsaan. Turnamen ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ajang pembuktian bahwa anak muda Indonesia tidak hanya tangguh di dunia nyata, tetapi juga di dunia digital.
Kedua, festival kuliner. Festival kuliner Fiesta Historia 2026 hadir sebagai ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat luas, dikemas dalam konsep pasar jadoel (zaman doeloe) yang autentik dan kental nuansa nostalgia.
Lebih dari sekadar bazar makanan biasa, festival kuliner ini menghadirkan suasana tempo dulu mulai dari penataan lapak, dekorasi, hingga sajian kuliner tradisional khas Magelang sebagai bagian dari ekosistem event yang menyatu dengan semangat dan tema historis Fiesta Historia 2026 secara keseluruhan.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memeriahkan event dan menghidupkan kembali kenangan budaya lokal, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian masyarakat Magelang.
Yang menjadikan penampilan ini semakin istimewa, seluruh pengisi acara diharapkan tampil mengenakan kostum pahlawan sesuai dengan tema Fiesta Historia 2026. Sebuah perpaduan yang unik antara hiburan rakyat dan penghormatan terhadap para pejuang bangsa, di mana musik dan semangat kemerdekaan hadir bersama dalam satu malam yang tidak terlupakan.
Selain itu, dalam kegiatan ini, akan diisi dengan penampilan kesenian-kesenian tradisional dari warga beberapa desa di Kecamatan Kajoran dan Kaliangkrik, antara lain jatilan, tari kethekan, warok, wahyu turonggo mudo, turonggo kencono sumbing, yaksa satria bergadha, sabdho jati, band SMK Muhammadiyah I Bandongan (Mutu Band), sanggar tari adya gunita, dan turonggo wahyu candi putri.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Drama Musikal “Soko Tani” Angkat Perjuangan Petani dan Pentingnya Swasembada Pangan
-
Mengajak Generasi Muda Menjadikan Budaya untuk Membangun Masa Depan
-
Prabowo Sebut LNG Abadi Blok Masela Proyek Sangat Penting yang Telah Ditunggu Selama Tiga Dekade
-
Clear Gandeng Shin Tae-yong Bina Talenta Muda Sepak Bola Indonesia
-
AS Jatuhkan Sanksi terhadap Sudan atas Senjata Kimia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.