Kemnaker Perkuat Pemandu Gunung NTB, Pariwisata Bersiap Tancap Gas
Jumat, 21 Agu 2026, 22:35 WIBLOMBOK TIMUR â Memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaku wisata menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing dan kualitas layanan pariwisata.
Peningkatan keterampilan, literasi digital, penguasaan bahasa, serta pemahaman terhadap standar pelayanan dapat mendorong pengalaman wisata yang lebih baik sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi pelaku usaha dan masyarakat lokal.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melaksanakan pelatihan tailor made training (TMT) bagi pemandu wisata gunung di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam rangka memperkuat kualitas sumber daya manusia pelaku wisata di daerah setempat.
"Kegiatan pelatihan ini untuk meningkatkan keselamatan wisatawan dan memastikan setiap pendakian berjalan aman dengan membekali pemandu kemampuan mitigasi risiko dan standar penanganan darurat yang tanggap," kata Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan (Stankomproglat) Kemnaker Abdullah Qiqi Asmara dalam keterangan tertulisnya di Lombok Timur, Jumat.
Kegiatan merupakan kerja sama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur dengan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) NTB. Pelatihan TMT tersebut merupakan batch pertama yang akan dilanjutkan dengan batch-batch berikutnya dengan jangkauan peserta yang lebih luas.
"Pelatihan ini diharapkan semakin banyak menghasilkan tenaga kerja pemandu gunung yang kompeten, profesional, dan mampu memenuhi standar keselamatan serta kebutuhan industri pariwisata," katanya pula.
Ia mengatakan profesi pemandu gunung memiliki peran penting dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan wisatawan selama melakukan pendakian.
Pekerjaan tersebut membutuhkan kecakapan dalam menghadapi karakter medan, menangani situasi darurat, berkomunikasi dengan wisatawan, serta memahami aspek pelestarian lingkungan.
"Berbagai kemampuan itu menjadi bekal dalam memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas," katanya lagi.
"Pemandu gunung bukan sekadar orang yang mengantarkan wisatawan menuju puncak. Mereka memiliki tanggung jawab untuk memastikan perjalanan berlangsung aman," ujarnya.
Ia menjelaskan, TMT disusun berdasarkan kebutuhan pekerjaan serta karakteristik peserta. Pendekatan tersebut membuat materi pembelajaran lebih relevan dengan kondisi yang dihadapi saat menjalankan tugas di kawasan pendakian.
"Melalui tailor made training, peserta memperoleh keahlian yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sehingga dapat diterapkan dalam situasi nyata di lapangan," kata dia.
Dia menilai kemitraan BPVP Lombok Timur dengan APGI NTB menunjukkan keterlibatan berbagai unsur dalam membangun pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri. Hubungan antara pemerintah, lembaga pelatihan, asosiasi profesi, dan sektor pariwisata menjadi bagian penting dalam menyiapkan tenaga kerja berkualitas.
"Kolaborasi ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pelatihan vokasi yang melibatkan pemerintah, lembaga pelatihan, asosiasi profesi, dan sektor pariwisata," katanya pula.
- pemandu wisata
- tailor made training
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dukung Industri F&B Dalam Negeri, Event Mixing Minuman Soda Diadakan di Bali
-
LA Lakers Taklukkan Denver Nuggets 127-125 Lewat Drama “Overtime”
-
CKG Pelajar di Jabar Ditargetkan Jangkau Jutaan Pelajar, Skrining Pemeriksaan Apa saja?
-
BMKG: Hujan Buatan Tak Bisa Atasi Kebakaran di Tangerang
-
Pelayanan Keuangan Harus Dekat Warga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.