Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jaga Eksistensi Budaya, Pemkab Jayawijaya Dukung Penuh Sekolah Adat

📅 Minggu, 15 Jun 2025, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jaga Eksistensi Budaya, Pemkab Jayawijaya Dukung Penuh Sekolah Adat Doc: Antara
Ket. Bupati Jayawijaya Atenius Murib diwawancarai sejumlah wartawan di Wamena.

Wamena - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan menyatakan sekolah adat mampu menjaga eksistensi nilai-nilai budaya masyarakat adat di daerah setempat.

Pemkab Jayawijaya melalui Dinas Pendidikan meresmikan sekolah adat di Distrik Walelagama guna memberikan kesempatan generasi muda untuk mempertahankan nilai-nilai budaya masyarakat Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya.

Bupati Jayawijaya Atenius Murib saat dihubungi di Wamena, Minggu (15/6), menjelaskan peranan penting sekolah adat dalam menjaga nilai-nilai budaya masyarakat Papua Pegunungan, khususnya Lembah Baliem.

“Di sekolah-sekolah adat akan diajarkan bagaimana generasi muda dapat mempertahankan nilai-nilai budaya, salah satunya dengan berbahasa Dani di setiap aktivitas proses belajar mengajar,” katanya.

Menurut dia, kehadiran sekolah adat di Distrik Walelagama menjadi acuan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal melalui pendidikan resmi.

“Kami akan minta ke Dinas Pendidikan untuk memberikan perhatian yang lebih terhadap eksistensi sekolah adat di Walelagama, dan kalau bisa ke depan sekolah adat dapat hadir di distrik lainnya,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso mengatakan sekolah adat bertujuan menjaga eksistensi masyarakat adat dalam mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal di daerah itu.

“Informasi yang kami ketahui bahwa sekolah adat ini akan menawarkan berbagai kegiatan, seperti PAUD/TK dan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), Sekolah Minggu, lapak baca, seni tari, seni lukis, kerajinan tangan, bahasa daerah, dan bahasa asing,” katanya.

Dia berharap, sekolah adat dapat terus bertumbuh di 40 distrik di Kabupaten Jayawijaya sehingga generasi muda setempat dapat menjaga kesakralan nilai-nilai luhur adat istiadat Lembah Baliem itu.

“Kami akan terus memberikan dukungan terhadap keberadaan sekolah adat sehingga dapat menjadi suatu nilai positif dalam pengembangan pendidikan yang berkearifan lokal,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.