Pramono: Inflasi Jakarta di Bawah Nasional

Kamis, 12 Jun 2025, 01:05 WIB

JAKARTA - Tingkat inflasi Jakarta secara konsisten berada di bawah rata-rata angka nasional. “Kalau dicermati, selama ini angka inflasi ibu kota masih selalu berada di bawah nasional,” kata Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo, Rabu (11/6).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Jakarta mencatat inflasi tahunan April ini lebih tinggi dari April tahun lalu sebesar 2,21 persen. Angka ini tertinggi di Pulau Jawa. Kendati inflasi Jakarta tertinggi di Jawa, angka ini masih relatif terkendali karena di bawah target inflasi, 2,5 plus minus 1 persen.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di ruang Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Rabu (11/6). — Sumber: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Pramono menilai, capaian tersebut tak lepas dari kemampuan Jakarta dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi bahan pokok. Pramono mencontohkan harga beras, daging sapi, daging ayam, minyak goreng, cabai, hingga telur ayam yang dinilai relatif stabil dan terjaga dibanding kota-kota lain.

“Bahkan saat Idul Adha kemarin, jumlah sapi yang disembelih di Jakarta mencapai 71.000. Padahal awalnya kami memprediksi hanya 64 sampai 65 ribu,” katanya. Menurutnya, banyak warga yang memilih beli di Jakarta karena lebih murah dari Bogor, Bekasi, Tangerang atau Tangerang Selatan.

Menurut Pramono, keberhasilan Jakarta dalam mengelola pasokan dan harga pangan merupakan hasil dari proses hilirisasi yang berjalan baik sejak lama. Gubernur menilai peran BUMD seperti Food Station Cipinang Jaya dan Dharma Jaya sangat krusial. Mereka menjalin kerja sama dengan daerah-daerah penghasil pangan seperti Karawang, Lampung, hingga Kediri.

“Bukan karena bupatinya anak saya. Tapi karena kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan. Petani mendapat harga yang baik. Jakarta mendapat pasokan yang stabil,” kata Pramono.

Selain menjaga inflasi dan pasokan pangan, Pramono juga menyoroti pentingnya transformasi sosial Jakarta. “Persoalan utamanya adalah disparitas, perbedaan orang kaya-miskin. Maka sejak awal memimpin, saya mendorong Kartu Jakarta Pintar segera dibagikan,” jelas Pramono. Hingga kini, program KJP telah menjangkau lebih dari 707.000 siswa dengan anggaran mencapai 1,6 triliun.

Sementara itu, untuk jenjang pendidikan tinggi, Pemprov juga meluncurkan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul yang memungkinkan penerimanya menempuh pendidikan hingga jenjang S3. Dia tidak mau hasil ini lalu dimasukkan ke media sosial.

Kota Aman

Dalam bagian lain, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo juga berbicara harapannya bisa membuat Jakarta menjadi kota yang semakin aman dan nyaman untuk semua orang.

“Harapannya sederhana saja. Saya betul-betul ingin membuat Jakarta aman, nyaman, dan mudah,” tutur Pramono. Dia tidak percara, ternyata Jakarta termasuk kota yang membahagiakan.

Selain itu, bagi Pramono yang paling penting bisa terus mempertahankan program-program yang dapat membantu masyarakat, khususnya yang kurang mampu. Misalnya, Program Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, dan kartu lansia.

Pramono juga berharap program-program pembangunan Jakarta lainnya kelak dapat berjalan dengan baik. Pramono Anung yang lahir 11 Juni 1963 di Kediri, Jawa Timur, kemarin berulang tahun. Dia mendapat banyak kejutan saat berulang tahun seperti dari pegawai, para wali kota, hingga awak media.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.